Saeful Rizal Nilai Pendidikan Nonformal Bisa Jadi Jembatan Meraih Kesuksesan
BONTANG – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Saeful Rizal menegaskan bahwa pendidikan nonformal, mampu menjadi jalan kedua bagi masyarakat, yang sempat terhenti mengenyam pendidikan formal.
Ia menekankan, status putus sekolah tidak boleh dianggap sebagai akhir untuk meraih cita-cita maupun prestasi. “Bisa dilihat dari acara Lepas Kenang Murid SPNF SKB Kota Bontang Tahun 2026 ini, bisa dibuktikan bahwa masyarakat bisa meraih kesetaraan pendidikan,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Ia pun mengapresiasi berbagai capaian peserta didik SPNF SKB, yang dinilai mampu membuktikan kualitas pendidikan nonformal. Menurunya, keberadaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sangat penting, karena membuka peluang bagi masyarakat untuk kembali melanjutkan pendidikan, tanpa harus terkendala usia maupun latar belakang.
“Masih banyak masyarakat yang belum memahami, jika pendidikan nonformal juga bisa mengantarkan seseorang meraih masa depan yang baik,” tegasnya.
Ia mencontohkan, keberhasilan dua lulusan Paket C SPNF SKB Bontang tahun ini, berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Keduanya diterima di Institut Teknologi Kalimantan dan Universitas Mulawarman.
Selain itu, sejumlah peserta didik juga menorehkan prestasi di bidang nonakademik. Ada siswa yang mendapat penghargaan sebagai peminjam buku terbanyak dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, hingga pelajar yang berprestasi di cabang olahraga pencak silat tingkat kota maupun provinsi.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki potensi besar dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif,” jelasnya.
Ia pun berharap stigma terhadap pendidikan nonformal perlahan dapat berubah. Banyak lulusan SPNF SKB yang kini telah bekerja dan berkiprah di berbagai bidang, mulai dari anggota TNI, aparatur sipil negara, hingga tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
Tak hanya itu, SPNF SKB Bontang juga dinilai memiliki kualitas kelembagaan yang baik. Salah satu pamong belajar, bahkan pernah meraih penghargaan tingkat nasional dan mengikuti program peningkatan kompetensi di luar negeri.
“Prestasi-prestasi ini membuktikan bahwa jalur pendidikan nonformal juga mampu melahirkan lulusan yang unggul dan berdaya saing,” katanya. Ia berharap, masyarakat yang sempat putus sekolah tidak kehilangan semangat untuk kembali belajar, melalui program pendidikan kesetaraan yang tersedia di SPNF SKB.
(sn/sr)



