Wawali Bontang Akan Temui Langsung Warga yang Menolak Ikuti Timbang Serentak
BONTANG – Sebuah fakta miris terungkap pada pertemuan kader posyandu bersama Wakil Wali Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota yang diadakan sebelum timbang serentak pada Sabtu 6 Juni 2026 lalu.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu kader posyandu bercerita bahwa mereka sering kali mendapati masyarakat yang enggan memeriksakan anaknya ke posyandu.
Mereka lebih memilih memeriksakan tumbuh kembang buah hatinya langsung ke rumah sakit. Padahal, membawa anak ke posyandu sangat penting untuk memantau pertumbuhan di usia emas (0-5 tahun), mencegah stunting, dan melengkapi imunisasi dasar.
Menyikapi ini, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan pihaknya akan memberikan perhatian khusus bagi warga yang menolak ke posyandu.
“Kita semua harus kerjasama, karena ini terkait menekan jumlah stunting di kota Bontang,” katanya, Sabtu (8/6/2026)
Ia akan memaksimalkan peran Rukun Tetangga (RT) dan Kelurahan untuk melakukan pencerdasan serta ajakan warga hadir ke posyandu.
Nantinya, pasca timbang serentak yang dilaksanakan mulai 9 – 13 Juni 2026, jika masih ditemukan adanya warga menolak datang ke posyandu, maka Agus tak segan-segan turun langsung ke lapangan menemui mereka.
“Tidak cukup waktunya kalau didatangi sekarang. Saya dengar juga yang menolak merupakan masyarakat berpendidikan, jadi akan lebih mudah berkoordinasinya,” tuturnya.
Sementara itu Pemkot Bontang telah merumuskan konsep teknis pelaksanaan timbang serentak bagi seluruh posyandu di kota taman.
“Tadinya kami mau bagi satu kader bertanggung jawab atas 8 anak stunting atau potensi stunting. Namun ada masukan agar pembagiannya berdasarkan masing-masing Kelurahan saja,” ucapnya.
Dirinya berharap operasi timbang serentak bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada lagi warga yang menolak membawa anaknya datang ke posyandu.
“Tumbuh kembang anak harus diawasi sejak dini, dengan begitu potensi stunting bisa teratasi dan dihindari,” pungkasnya.
(hl/sr)



