Nursalam, Soroti Minimnya Dampak Investasi Berskala Besar terhadap Peningkatan PAD
BONTANG –Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Nursalam, menyoroti masih minimnya dampak investasi berskala besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, pertumbuhan investasi di Kota Bontang seharusnya diikuti dengan kontribusi yang lebih signifikan terhadap penerimaan daerah.
Pandangan tersebut disampaikannya saat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi. Ia menilai kebijakan yang mendorong investasi perlu diimbangi dengan aturan yang memastikan pemerintah daerah turut merasakan manfaat ekonominya.
Sebagai contoh, Nursalam menyinggung keberadaan dua perusahaan yang beroperasi di kawasan Mentari, yakni Graha Power dan PT IU. Meski kehadiran keduanya diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah, menurutnya kontribusi langsung terhadap PAD hingga kini masih belum maksimal.
“Pendapatan yang dapat diperoleh daerah hanya berasal dari Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan itu sifatnya hanya sekali saat proses pembangunan. Setelah perusahaan beroperasi dan melakukan ekspor, daerah tidak lagi memperoleh pemasukan secara langsung,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).
Ia menilai kondisi tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk menyusun regulasi yang mampu mengoptimalkan manfaat investasi tanpa mengurangi daya tarik bagi para investor.
Lebih lanjut, Nursalam menegaskan bahwa Raperda investasi tidak semestinya hanya mengatur pemberian insentif dan kemudahan bagi pelaku usaha. Regulasi tersebut juga harus mampu menjamin adanya manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi daerah.
“Jangan sampai kita terlalu mempermudah investasi, tetapi justru kehilangan peluang meningkatkan pendapatan daerah. Investor harus dapat berkembang, namun pemerintah daerah juga harus merasakan manfaat dari keberadaan mereka,” tegasnya.
Melalui pembahasan Raperda ini, Nursalam berharap dapat lahir kebijakan yang tidak hanya mendorong masuknya investasi baru, tetapi juga memperkuat kontribusi sektor investasi terhadap PAD serta mendukung percepatan pembangunan di Kota Bontang.
(sn/sr)



