DPRD Usul Panggung Seni Akhir Pekan di Bontang Kuala untuk Anak Muda dan Sanggar Lokal
BONTANG – Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi meminta Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, membuka ruang pertunjukan rutin bagi pelaku seni dan sanggar lokal di kawasan wisata Bontang Kuala. Menurutnya, panggung yang ada di kawasan tersebut sebaiknya dimanfaatkan setiap akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu.
“Anak-anak muda yang bergerak di bidang seni, memiliki ruang tampil dan menyalurkan kreativitas mereka kalau ada kesempatan ini kan,” ujarnya.
Ia menilai, selama ini banyak potensi seni dan karya kreatif generasi muda, yang belum mendapat kesempatan tampil di ruang publik.
“Taruh tempatnya, sediakan ruangannya, panggil mereka untuk tampil di situ. Banyak sekali seni modern dan kreativitas anak muda yang sebenarnya bagus, hanya saja belum ada ruang untuk mengapresiasi karya dan koreografi mereka,” ujarnya.
Winardi mengatakan, kegiatan pertunjukan rutin tidak hanya menjadi hiburan bagi pengunjung Bontang Kuala, tetapi juga dapat menjadi sarana pelestarian budaya Kutai melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Keberadaan panggung seni, akan membantu sanggar dan komunitas kreatif terus berkembang, sekaligus menarik minat wisatawan yang datang ke kawasan pesisir tersebut. Ia juga mengusulkan, agar sebagian hasil retribusi masuk kawasan Bontang Kuala, dapat dialokasikan sedikit untuk mendukung kegiatan seni dan pembinaan komunitas kreatif lokal.
“Mungkin dari hasil retribusi masuk BK bisa dialihkan sedikit untuk mendukung sineas dan pelaku seni kita,” tambahnya.
Winardi menambahkan peran lembaga adat tidak hanya sebatas menjaga budaya dalam bentuk simbol atau tulisan, tetapi juga memastikan budaya tetap hidup dan terlihat melalui aktivitas nyata di tengah masyarakat. “Lembaga adat bukan hanya bicara pelestarian di atas kertas, tapi bagaimana budaya itu benar-benar ada di depan mata dan dirasakan masyarakat,” tandasnya.
(sn/sr)



