Banyak Anak di Atas 7 Tahun Datang ke Autis Center Bontang, BPJS Disebut Tak Lagi Menanggung
BONTANG – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, menyebut meningkatnya jumlah anak yang menjalani terapi di Autis Center.
Hal ini dipengaruhi karena keterbatasan layanan, yang ditanggung BPJS Kesehatan. Menurutnya, banyak anak autis berusia di atas tujuh tahun, akhirnya beralih ke layanan terapi milik pemerintah daerah karena tidak lagi mendapatkan jaminan terapi dari BPJS.
“Yang sekarang datang ke sini banyak karena BPJS katanya tidak lagi menjamin setelah usia tujuh tahun,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Kondisi tersebut membuat jumlah pasien terapi di Autis Center terus bertambah, sementara jumlah tenaga terapis masih sangat terbatas. Saat ini, antrean layanan terapi cukup panjang. Bahkan, beberapa keluarga harus menunggu hingga akhir tahun untuk mendapatkan layanan.
“Kita kasihan juga dengan orang tua murid karena ada kekosongan pelayanan sampai Desember. Itu cukup panjang,” tambahnya.
Ia menjelaskan, terapi di Autis Center tidak dibatasi usia tertentu. Semua anak dengan kebutuhan terapi tetap dapat dilayani sesuai kapasitas yang tersedia. Namun karena keterbatasan tenaga, satu terapis umumnya hanya menangani satu anak, dalam satu sesi terapi.
“Biasanya satu terapis pegang satu anak. Ada jadwalnya per jam karena pekerjaan mereka juga cukup menguras fisik,” jelasnya.
Heri menegaskan, kebutuhan tenaga terapi saat ini masih cukup besar, agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal dan antrean tidak semakin panjang.
(sn/sr)



