Pelestarian Tradisi Pesisir Dinilai Penting untuk Perkuat Wisata Budaya Bontang Kuala
BONTANG – Upaya menjaga tradisi masyarakat pesisir dan bangunan bersejarah, di kawasan Bontang Kuala dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius, agar identitas budaya daerah tetap terpelihara.
Ketua Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, Halimah, mengatakan masih ada beberapa bangunan lama yang tersisa dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
Namun, kondisi pengelolaannya dinilai belum maksimal karena keterbatasan fasilitas pendukung. Menurutnya, sejumlah bangunan peninggalan masa lalu seperti kantor camat lama, rumah perawat, hingga sekolah sudah hilang, sehingga tidak lagi dapat dipertahankan sebagai aset sejarah daerah.
“Yang tersisa sekarang memang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, tapi fasilitas dasarnya masih minim. Listrik dan air belum tersedia dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menyebut, sebagian besar koleksi yang berada di kawasan cagar budaya berasal dari sumbangan masyarakat setempat.
Selain bangunan bersejarah, Halimah turut menyoroti pentingnya menjaga tradisi masyarakat pesisir, seperti takbiran keliling dari rumah ke rumah dan adat istiadat lokal lainnya, agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam menegaskan bahwa akan mendukung keberadaan Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, sebagai mitra pemerintah dalam menjaga nilai budaya daerah.
Menurutnya, lembaga adat memiliki peran strategis, dalam mempertahankan tradisi dan kearifan lokal masyarakat pesisir, terlebih Bontang Kuala telah dikenal sebagai salah satu kawasan wisata budaya di Kota Bontang.
“Pelestarian budaya harus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, karena itu berkaitan dengan identitas dan sejarah masyarakat,” katanya.
(sn/sr)



