DPRD Soroti Banjir Rob hingga Sampah di Bontang Kuala
BONTANG – Penanganan kawasan pesisir Bontang Kuala dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terkait banjir rob tetapi juga persoalan lingkungan dan keselamatan warga di permukiman atas laut.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam mengatakan, pihaknya terus mendorong pemerintah daerah menyiapkan program penanganan banjir rob, yang rutin terjadi setiap tahun di kawasan tersebut.
Menurutnya, sejumlah pembahasan terkait pembangunan infrastruktur pelindung pesisir, telah dilakukan bersama pemerintah guna mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.
“Berbagai usulan terus kami dorong supaya penanganan banjir rob bisa dilakukan lebih maksimal,” ujarnya dalam RDP, Selasa (2/6/2026).
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, Halimah, mengingatkan perlunya pengawasan terhadap instalasi listrik yang berada di area permukiman laut.
Ia menilai, kondisi jaringan listrik perlu diperhatikan karena berpotensi membahayakan warga apabila terjadi kerusakan saat cuaca ekstrem.
“Kalau jaringan listrik putus ketika cuaca buruk, tentu bisa menimbulkan risiko karena lokasinya dekat dengan air laut,” katanya.
Selain aspek keselamatan, peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Bontang Kuala, disebut turut berdampak pada bertambahnya volume sampah di kawasan tersebut.
Karena itu, pemerintah diminta memperkuat sistem pengelolaan sampah, termasuk penambahan armada pengangkut dan penggunaan teknologi pendukung agar kebersihan kawasan wisata tetap terjaga.
(sn/sr)



