Di Tengah Efisiensi, Neni Minta ASN Dahulukan Kepentingan Warga
BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bontang untuk mulai membiasakan pola kerja yang lebih sederhana dan efisien. Menurutnya, penghematan diperlukan agar kemampuan keuangan daerah dapat lebih difokuskan pada program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Neni menegaskan, efisiensi bukan berarti mengurangi pelayanan atau menghentikan kegiatan penting. Sebaliknya, langkah tersebut dilakukan agar agenda prioritas pemerintah tetap berjalan meski di tengah berbagai penyesuaian anggaran yang dilakukan pemerintah.
Menurutnya, masih banyak pengeluaran yang bisa ditekan tanpa memengaruhi kualitas pelayanan. Mulai dari penyediaan konsumsi rapat hingga penggunaan perlengkapan sekali pakai yang selama ini menjadi kebiasaan dalam berbagai kegiatan pemerintahan.
“Saya ingin kesejahteraan pegawai tetap dipertahankan. Banyak kegiatan yang tadinya ada konsumsi, enggak usah pakai konsumsi dulu, bawa tumbler dari rumah. Kalau kinerjanya bagus, TPP-nya juga bisa kita pertahankan,” ujarnya ketika ditemui, Selasa (26/5/2026).
Ia berharap semangat berhemat tidak membuat ASN kehilangan produktivitas. Neni menilai keberhasilan sebuah kegiatan tidak ditentukan oleh besarnya anggaran pendukung, melainkan oleh komitmen dan kinerja para pelaksananya.
“Jangan sampai kegiatan enggak jalan gara-gara enggak ada konsumsi atau enggak ada uang. Tetap jalan. Yang penting program dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” katanya.
Selain berkaitan dengan pengelolaan anggaran, kebijakan tersebut juga dihubungkan dengan upaya membangun budaya kerja yang lebih ramah lingkungan. Pemkot Bontang, kata Neni, telah mendorong berbagai langkah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan pemakaian kertas di lingkungan pemerintahan.
Ia menambahkan, imbauan puasa Senin dan Kamis yang diterapkan melalui surat edaran pemerintah daerah juga memiliki nilai ekologis selain aspek spiritual. Menurutnya, pengurangan konsumsi dan penggunaan berbagai bahan sekali pakai dapat berkontribusi terhadap penurunan volume sampah serta emisi yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
“Saya sudah minta Dinas Lingkungan Hidup menghitung berapa besar kontribusi yang bisa kita berikan terhadap lingkungan. Jadi bukan hanya soal ibadah, tapi juga bagaimana kebiasaan sederhana ini bisa memberi manfaat bagi Kota Bontang dan lingkungan secara umum,” tandasnya.
(hl/sr)



