KUTAI TIMUR

Tiga Tahun IKAWANGI Bengalon, Perkuat Persaudaraan dan Peran Sosial

KUTAI TIMUR – Ikatan Keluarga Banyuwangi (IKAWANGI) DPC Bengalon memasuki tahun ketiga dengan membawa semangat memperkuat persaudaraan sekaligus berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat Kutai Timur (Kutim).

Semangat tersebut disampaikan dalam peringatan HUT III IKAWANGI DPC Bengalon yang dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (13/9/2026). Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Ketua DPD IKAWANGI Kutim Ernata Hadi Sujito, serta unsur Forkopimcam Bengalon.

Mahyunadi mengingatkan warga agar peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai keteladanan Rasulullah, menurutnya, perlu diwujudkan melalui kejujuran, kepedulian, persaudaraan, dan sikap saling menghargai.

“Yang paling penting dari Maulid Nabi adalah bagaimana kita meneladani Rasulullah dalam kehidupan. Bagaimana kita menjaga kejujuran, persaudaraan, kepedulian dan hubungan baik dengan sesama,” pesannya.

Ia juga meminta warga Banyuwangi di Kutim tetap menjaga identitas budaya tanpa menjadikannya sebagai pembatas dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita boleh berasal dari Banyuwangi, tetapi kita sekarang hidup di Kutai Timur. Karena itu mari bersama-sama menjaga daerah ini, saling menghargai dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPD IKAWANGI Kutim Ernata Hadi Sujito mengatakan, organisasi tersebut kini telah memiliki 16 DPC di berbagai wilayah Kutim. Perkembangan itu dinilai menunjukkan semakin luasnya ruang bagi IKAWANGI untuk membangun jejaring sosial di tengah masyarakat.

“Kami ingin IKAWANGI menjadi katalisator pembangunan di Kutai Timur. Artinya, keberadaan paguyuban tidak hanya untuk kepentingan internal, tetapi juga bisa menjadi jembatan untuk mendorong kegiatan sosial, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,” kata Ernata.

Ia menyebut pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat diperkuat. Pada 2026, bantuan usaha ekonomi kreatif telah diberikan kepada 200 pelaku usaha kecil di Kaliorang, serta disiapkan masing-masing 100 bantuan untuk Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Sementara Bengalon dan Rantau Pulung direncanakan mendapat bantuan pada 2027.

Di bidang perlindungan sosial, Ernata juga menyampaikan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kutim yang telah mencapai sekitar 110 persen area coverage.

Menurutnya, penguatan ekonomi dan perlindungan sosial menjadi bagian penting dalam pembangunan karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Peringatan HUT III IKAWANGI Bengalon pun menjadi momentum untuk memperkuat posisi paguyuban sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus bagian dari kehidupan sosial Kutim. Identitas Banyuwangi tetap dirawat, sementara kontribusi bagi masyarakat di daerah tempat mereka bermukim terus diperluas.

(sr/ya)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }