KUTAI TIMUR

Dari Teluk Pandan Cup, Bibit Futsal Lokal Mulai Dipetakan

TELUK PANDAN – Kompetisi futsal di tingkat kecamatan mulai diarahkan menjadi bagian dari jalur pembinaan atlet di Kutai Timur (Kutim). Salah satunya melalui Teluk Pandan Cup III yang sekaligus dimanfaatkan untuk memetakan potensi pemain lokal menuju ajang Bupati Cup.

Sebanyak 16 tim dari enam desa ambil bagian dalam turnamen yang digelar di Lapangan Futsal Taman Bersemi, Desa Teluk Pandan, Minggu (13/9/2026) malam. Seluruh tim diwajibkan menggunakan pemain lokal Teluk Pandan.

Kepala Desa Teluk Pandan sekaligus Ketua Koordinator Olahraga Kecamatan Teluk Pandan, Andi Herman Fadli, mengatakan aturan tersebut dibuat agar kompetisi benar-benar memberi kesempatan kepada pemain daerah untuk menunjukkan kemampuan.

“Kami ingin memberikan bukti bahwa Teluk Pandan ini juga bisa. Teluk Pandan juga punya bibit-bibit yang baik,” ujarnya.

Menurut Herman, pertandingan menjadi ruang untuk melihat kemampuan pemain dari berbagai desa. Talenta yang dinilai potensial selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk masuk dalam tim Kecamatan Teluk Pandan pada Bupati Cup.

Konsep tersebut mendapat apresiasi Wakil Bupati Kutim Mahyunadi. Ia mengatakan penggunaan pemain lokal memberi peluang bagi daerah untuk membangun tim berdasarkan hasil pembinaan sendiri.

“Kalau orang lokal, maka kita bisa berbangga atas diri kita sendiri, kemudian kita bisa seleksi atlet-atlet kita sendiri menuju olahraga prestasi,” katanya.

Mahyunadi juga mendorong agar pembinaan tidak dimulai ketika atlet sudah dewasa. Ia menyatakan dukungan anggaran Rp50 juta untuk turnamen futsal kelompok usia 12 tahun di Teluk Pandan sebagai salah satu langkah memperluas pembinaan sejak dini.

Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan mengatakan kegiatan olahraga di tingkat kecamatan perlu dijaga kesinambungannya. Kompetisi yang rutin memberikan kesempatan bagi anak muda untuk berlatih, menguji kemampuan, dan mendapatkan pengalaman bertanding.

Bagi pemain, kompetisi juga menjadi ruang untuk mengukur hasil latihan. Yasin Mustofa dari D’Skara Desa Suka Rahmat mengatakan timnya menyiapkan 24 pemain yang dibagi dalam dua tim, dengan usia pemain berkisar 16 hingga 30 tahun.

Setelah beberapa kali meraih posisi kedua dan ketiga pada turnamen sebelumnya, ia berharap tahun ini timnya dapat menembus posisi juara pertama. “Semoga kita ada dapat juara, mudah-mudahan bisa juara satu,” ujarnya.

Teluk Pandan Cup III berlangsung hingga 25 September 2026. Selain menjadi kompetisi antartim, turnamen ini diharapkan menjadi salah satu tahapan untuk menemukan dan mengembangkan pemain lokal yang dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

(sr/ya)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }