Siasati Efisiensi Anggaran, DP3A Kukar Terapkan Metode Sosialisasi 30 Menit Cegah Bullying di Sekolah
TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memutar otak untuk memastikan program pencegahan kekerasan anak tetap berjalan maksimal di tengah efisiensi anggaran daerah. Pihak dinas meluncurkan metode sosialisasi taktis berdurasi singkat ke sekolah-sekolah.
Strategi ini dirancang untuk menekan angka kasus perundungan bullying serta kekerasan seksual pada anak yang mendominasi deretan laporan di Kutai Kartanegara.
Kepala Bidang PerlinFotodungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PP-PKA) DP3A Kukar, Marhaini, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran operasional tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan edukasi ke masyarakat, terutama di lingkungan pendidikan dari Tenggarong hingga kawasan hulu seperti Kecamatan Tabang.
![]()
“Kita tidak boleh pasrah hanya karena ada efisiensi anggaran. Strategi kami adalah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk meminta waktu singkat, sekitar 30 hingga 60 menit saja,” kata Marhaini, Selasa (29/9/2026).
Dalam alokasi waktu singkat tersebut, tim DP3A Kukar membagikan pamflet edukasi mengenai bahaya KDRT, bullying, dan kekerasan seksual, sekaligus memberikan pemahaman langsung kepada para siswa serta guru Bimbingan Konseling (BK).
Metode ini dinilai sangat efisien karena tidak memerlukan anggaran besar untuk sewa gedung atau penyediaan konsumsi, namun pesan pencegahan tetap tersampaikan secara langsung kepada target sasaran.
“Ke depan, kita juga berencana memperluas jangkauan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) serta memantau tata kelola daycare atau tempat penitipan anak agar anak-anak terhindar dari potensi kekerasan sejak dini,” tambahnya.
(hl/ya)



