KUTAI KARTANEGARA

Antisipasi Intrusi Air Laut di Mahakam, DKP Kukar Minta Pembudidaya Keramba

TENGGARONG – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara menginstruksikan jajaran Penyuluh Lapangan (PL) untuk melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi air Sungai Mahakam. Langkah ini diambil guna mengantisipasi dampak munculnya indikasi awal intrusi air laut dari kawasan muara.

Kepala DKP Kukar, Muslik, mengingatkan para pembudidaya ikan keramba dan petani perikanan di sepanjang aliran Sungai Mahakam agar lebih waspada terhadap fluktuasi derajat keasaman (pH) serta kadar garam (salinitas) air sungai.

“Indikasi gejala intrusi air laut sudah mulai terlihat dari arah muara. Oleh sebab itu, kami mengimbau pembudidaya untuk tetap waspada, mengingat perubahan salinitas dan pH air berpengaruh langsung pada ketahanan serta kesehatan ikan,” ungkap Muslik, Sabtu (26/9/2026) lalu.

Muslik menerangkan, perembesan air laut ke dalam ekosistem air tawar dapat mengganggu metabolisme ikan budidaya. Meski demikian, secara alamiah jenis ikan sungai memiliki kemampuan sensorik untuk melakukan ruaya atau migrasi menuju perairan yang kondisinya lebih stabil.

“Secara alami, ikan di perairan bebas akan beruaya mencari wilayah yang sesuai jika perubahan kualitas air terjadi secara perlahan. Sebaliknya, ancaman serius seperti fenomena ‘bangar’ atau kematian massal berisiko terjadi apabila perubahan berlangsung mendadak atau posisi ikan terisolasi di dalam keramba sehingga tidak dapat berpindah tempat,” paparnya.

Meski pemantauan intensif di lapangan terus digalakkan oleh tim penyuluh, DKP Kukar mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kasus kematian massal maupun kerugian pada usaha keramba warga.

(hl/ya) 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }