SAE Pastarung Diharapkan Jadi Bekal Warga Binaan Kembali ke Masyarakat, Distanak Kukar Siap Bantu Transfer Ilmu dan Keterampilan Pertanian

TENGGARONG – Program Sarana Asimilasi Edukasi Kemasyarakatan (SAE) Pastarung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali berbaur dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Dukungan terhadap program tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Moh. Rifani. Ia menilai, pembinaan warga binaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak lapas, tetapi juga membutuhkan peran berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
Rifani mengatakan, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

“Harapannya nanti teman-teman di lapas ini ketika keluar, mereka akan membantu Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mentransfer ilmu yang didapat di lapas dengan masyarakat sekitarnya,” ungkapnya, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah dalam program SAE Pastarung merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan moral. Warga binaan yang saat ini menjalani pembinaan nantinya akan kembali menjadi bagian dari masyarakat Kukar.
Karena itu, Distanak siap mendukung melalui pertukaran pengetahuan, pendampingan pertanian, serta kemungkinan penyediaan sarana produksi sesuai kebutuhan program.
Rifani menegaskan, kesempatan memperoleh keterampilan produktif diharapkan dapat membantu mengurangi keraguan warga binaan saat kembali ke lingkungan sosialnya.
“Jadi mereka tidak ada lagi keragu-raguan untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Melalui kolaborasi tersebut, SAE Pastarung diharapkan tidak hanya mengembangkan kemampuan warga binaan, tetapi juga mendorong mereka menjadi pribadi mandiri yang mampu berbagi pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
(hl/ya)



