Lapangan Rusak Jadi Catatan di Tengah Bergulirnya Teluk Pandan Cup III
TELUK PANDAN – Gelaran Teluk Pandan Cup III kembali berlangsung setelah sempat terhenti pada 2025. Namun, kompetisi futsal tahun ini masih menghadapi persoalan fasilitas karena lapangan yang digunakan mengalami kerusakan pada bagian rumput sintetis.
Kondisi tersebut menjadi perhatian saat turnamen berlangsung di Lapangan Futsal Taman Bersemi, Desa Teluk Pandan, Minggu (13/9/2026) malam lalu. Turnamen diikuti 16 tim dari enam desa dan dijadwalkan berlangsung hingga 25 September 2026.
Kepala Desa Teluk Pandan Andi Herman Fadli mengatakan kerusakan lapangan perlu segera ditangani agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara optimal untuk kegiatan olahraga masyarakat.

Ia berharap rehabilitasi lapangan mendapat dukungan pemerintah, baik melalui anggaran desa maupun pemerintah kabupaten.
Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi merespons kebutuhan tersebut dengan menyebut peluang penganggaran rehabilitasi melalui APBD Perubahan.
“Mudah-mudahan tahun ini APBD perubahan kita ada anggaran,” kata Mahyunadi.
Menurutnya, lapangan futsal yang aman dan layak membutuhkan material pendukung yang sesuai, seperti lapisan interlock, rumput sintetis dengan spesifikasi yang tepat, serta butiran karet untuk mengurangi risiko cedera pemain.
Mahyunadi menilai keberadaan fasilitas yang memadai penting untuk mendukung pembinaan olahraga. Kompetisi perlu berjalan beriringan dengan penyediaan sarana agar potensi atlet lokal dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Teluk Pandan Cup III dapat kembali digelar setelah mendapat dukungan PT Indominco Mandiri. Ketua Panitia Mail mengatakan kompetisi pada 2025 batal terlaksana karena adanya defisit anggaran desa.
Kepala Desa Teluk Pandan menyebut dukungan perusahaan mencakup hampir seluruh kebutuhan turnamen, termasuk uang pembinaan bagi peserta.
“Mulai dari uang pembinaan sampai hampir 100 persen kegiatan semua didukung oleh PT Indominco Mandiri,” ujarnya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan tersebut. Menurutnya, kerja sama berbagai pihak dapat memperluas penyelenggaraan kegiatan olahraga di daerah.
“Kalau pekerjaan itu kita lakukan bersama-sama akan lebih mudahkan,” ujarnya.
Selain menjadi kompetisi, Teluk Pandan Cup III menjadi ruang bagi pemain lokal untuk mengasah kemampuan sekaligus menjadi bagian dari seleksi menghadapi agenda olahraga berikutnya. Keberlanjutan turnamen diharapkan dapat berjalan seiring dengan pembenahan fasilitas agar aktivitas olahraga masyarakat di Teluk Pandan semakin berkembang.
(sr/ya)



