KUTAI KARTANEGARA

Galakkan Kampanye Kenyang Tidak Harus Nasi, Disketapang Kukar Masifkan Budidaya Sorgum dan Jelai

TENGGARONG – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghembuskan angin segar dalam penganekaragaman pangan lokal di daerah. Melalui slogan “Kenyang Tidak Harus Nasi”, Disketapang Kukar resmi menetapkan pengembangan komoditas sorgum dan jelai ke dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029.

Langkah ini dihadirkan untuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap beras padi sekaligus menguatkan pondasi ketahanan pangan berbasis potensi daerah.

Kepala Disketapang Kukar, Ananias menegaskan, sorgum dan jelai merupakan pilihan pangan alternatif yang sangat ideal bagi geografis wilayah Kutai Kartanegara.

“Masyarakat kita sering merasa belum makan kalau belum mengonsumsi bentuk seperti nasi. Sorgum dan jelai ini solusinya, karena begitu digiling dan dimasak bentuk fisiknya mirip sekali dengan nasi. Cara memasaknya pun praktis, cukup direndam semalam lalu dimasak menggunakan mesin pemanas nasi (magicom),” terang Ananias di Tenggarong, Minggu (11/10/2026).

Ananias memaparkan, selain mengenyangkan, kedua komoditas ini tergolong sebagai bahan pangan kesehatan superior. Sorgum dan jelai kaya akan serat, bebas gluten, serta mengandung indeks gula yang sangat rendah pada bulir bijinya.

Uniknya, kandungan gula tanaman sorgum terkonsentrasi di bagian batang, sehingga air perasannya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemanis alami mirip tebu. Dari sisi pertanian, tanaman ini sangat ekonomis karena tahan di lahan kering pematang dan mampu dipanen hingga 3 kali dalam sekali masa tanam tanpa penurunan kualitas.

Guna merealisasikan program tersebut, Disketapang Kukar telah memulainya di dua lokasi percontohan, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sumber Sari dan Desa Karang Tunggal.

“Kami mendampingi KWT mulai dari proses tanam, panen, pengemasan, hingga jalur pemasaran, melalui Nota Kesepahaman (MoU) yang sudah ditandatangani bersama KWT Kabupaten Kukar, target kita adalah memperluas budidaya sorgum dan jelai ini hingga ke 20 kawasan KWT se-Kukar,” pungkasnya.

(hl/ya)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }