Literasi Keluarga Tak Cukup Bisa Baca, Orang Tua Harus Melek Digital dan Finansial
SANGATTA — Kemampuan membaca dan menulis saja tidak cukup untuk membekali anak menghadapi tantangan zaman. Orang tua juga dituntut memiliki kecakapan memahami informasi, teknologi, keuangan, hingga persoalan sosial yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.
Pesan itu disampaikan Bunda Literasi Kutai Timur (Kutim) Siti Robiah Ardiansyah saat membuka Lomba Mewarnai dalam rangkaian Gebyar Literasi Kutim 2026 di Ruang Akasia Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Rabu (30/9/2026).
Di hadapan peserta dan orang tua, Siti menegaskan literasi memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Ada enam jenis literasi yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan.

“Jadi arti literasi itu sangat luas. Tidak hanya di dunia pendidikan, dunia kerja, tetapi di dalam dunia rumah tangga pun juga ada literasinya,” jelasnya.
Menurut Siti, literasi digital menjadi semakin penting karena anak tumbuh di tengah derasnya penggunaan gawai dan arus informasi. Orang tua harus mampu mendampingi sekaligus mengajarkan anak menggunakan teknologi secara bijak.
Begitu pula literasi finansial yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga, termasuk bagaimana mengelola keuangan rumah tangga dan mengenalkan pemahaman dasar tentang uang kepada anak.
Siti juga mengingatkan orang tua agar lebih peka terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar, termasuk isu lingkungan dan penyimpangan perilaku yang berpotensi memengaruhi anak.
“Ini kita para orang tua juga harus bisa mencermatinya, sehingga anak-anak kita ke depan tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif,” pesannya.
Sementara itu, Lomba Mewarnai bertema “Dengan Anak yang Ceria, Tumbuhkan Kreativitas Anak” diikuti peserta dari jenjang TK hingga kelas I SD. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Gebyar Literasi Kutim 2026 yang dipusatkan di Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB).
Siti berharap kegiatan literasi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mendorong keluarga untuk menerapkan kecakapan literasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan penjelasan tentang literasi ini bisa menambah wawasan kita, sehingga kita bisa meningkatkan literasi kita dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
(sr/ya)



