Soroti Dugaan Eksploitasi Anak, Pemkot Bontang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memberikan perhatian serius terhadap adanya dugaan eksploitasi anak di Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.
Dugaan tersebut mencuat ketika Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) mengamankan tiga anak Sekolah Dasar (SD) yang kedapatan melakukan pencurian di sebuah rumah pada Minggu (7/6/2026) dini hari di RT 35.
Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak berwajib, mereka mengaku mendapat arahan dari seorang perempuan untuk melakukan aksi kejahatan tersebut.
Menyikapi hal ini, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan perintah kepada Satpop PP agar melakukan patroli.
Menurutnya, fenomena ini memang sudah dikordinir oleh seseorang, sama halnya seperti praktik pengemis dijalanan yang marak terjadi. “Mereka ini bersindikat, jadi memang ada bosnya. Lalu, nanti hasilnya dikumpulkan,” katanya, Selasa (9/6/2026)
Dirinya menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dipandang sebelah mata hanya sebagai bentuk kenakalan remaja atau anak semata.
“Perlu dilakukan penelusuran lebih mendalam untuk memastikan apakah terdapat pihak yang mengarahkan atau memanfaatkan anak-anak,” tuturnya.
Namun ia menyakini bahwa anak-anak tersebut bukan merupakan warga kota taman. Dirinya percaya, generasi Bontang tidak akan melakukan kejahatan. “Anak-anak kita itu banyak yang berprestasi. Tidak mungkin melakukan hal-hal seoerti itu,” ujarnya.
Pemkot Bontang mendorong kolaborasi lintas sektor antara kelurahan, aparat penegak hukum, hingga instansi perlindungan anak agar hak-hak anak tetap terlindungi dan fakta sebenarnya segera terungkap. “Perempuan itu harus dicari, karena sudah mengeksploitasi anak-anak melakukan tindak kejahatan,” pungkasnya.
(hl/sr)



