Pemkot Bontang Siapkan Sistem Satu Pintu CSR Perusahaan untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan
BONTANG – Pemerintah kota (Pemkot) Bontang berencana akan membuat sistem satu pintu pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk seluruh perusahaan.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan untuk memastikan dana CSR bisa terdistribusi secara merata ke seluruh wilayah dengan peruntukan sesuai kebutuhan.
“Nantinya akan dibagi, untuk pengentasan kemiskinan, stunting hingga pembangunan infrastuktur masyarakat,” katanya saat ditemui di pendopo rumah jabatan Wali Kota Bontang, Minggu (7/6/2026)
Agus menjelaskan bahwa salah satu sasaran pemanfaatan dana CSR adalah untuk penurunan angka stunting di kota taman yang cukup tinggi.
Mirisnya, penyebaran angka stunting tertinggi justru berada di sekitar area perusahaan. Maka itu, mereka harus ikut andil dalam menekan jumlah stunting.
Selain itu, dirinya juga telah melakukan rapat koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab dalam merumuskan arah pembangunan daerah secara terencana, terukur, dan berbasis data.
Bapperida diharapkan mampu mengumpulkan data dan mengklasifikanya secara teratur. Baik data masyarakat miskin dan juga stunting yang tentunya sudah berkoordinasi dengan lembaga terkait dibidangnya.
Kemudian data tersebut akan diserahkan oleh Bapperida Kota Bontang kepada masing-masing perusahaan.
“Kita butuh data valid agar bantuannya bisa diberikan dengan tepat sasaran kepada yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Dengan sistem terpusat, maka penyaluran dana CSR langsung diserahkan kepada Pemkot dan tidak lagi melalui kelurahan sedta kecamatan.
Ia berharap skema baru itu mampu menghadirkan pemertaan distribusi CSR kenl seluruh wilayah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota taman.
(hl/sr)



