Lepas Kenang Murid SPNF SKB, Pemkot Bontang Tegaskan Kesetaraan Pendidikan
BONTANG – Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Lukman, menghadiri kegiatan Lepas Kenang Murid Kelas Akhir Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium 3 Dimensi, Bontang Utara, Senin (8/6/2026) pagi.
Pada kegiatan tersebut, sebanyak 68 peserta didik berhasil menyelesaikan pendidikan non-formal kesetaraannya di SPNF SKB Kota Bontang.
Ia sangat mengapresiasi semangat masyarakat Bontang dalam menempuh pendidikan kesetaraan. Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk belajar.
“Pendidikan merupakan pondasi dasar untuk mengarungi kehidupan. Seluruh masyarakat harus mendapatkan pendidikan baik formal maupun non-formal,” katanya.
Disisi lain, Plt Kepala SPNF SKB Kota Bontang, Hendra, menegaskan bahwa SPNF SKB hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formal karena berbagai alasan, baik faktor ekonomi, pekerjaan, maupun kondisi sosial lainnya.
“Maka itu seluruh layanan pendidikan yang diberikan kepada warga belajar tidak dipungut biaya,” ujarnya.
Namun hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa ada layanan pendidikan gratis hingga setara SMA.
Padahal SPNF memiliki keunikan pendidikan kesetaraan, yaitu usia peserta didik yang santa beragam. Bahkan ada usia hingga 52 tahun di kelas paket C.
“Fakta ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah hak semua orang. Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan memperbaiki masa depan,” tegasnya.
Dirinya berharap seluruh pihak ikut terlibat membantu menyosialisasikan program kesetaraan pendidikan. Sehingga dapat semakin dikenal oleh masyarakat kota taman.
“Program ini berperan sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” tuturnya.
Diketahui, pada tahun ini SPNF SKB meluluskam 68 murid yang terdiri dari delapan lulusan Paket A, 17 lulusan Paket B, dan 31 lulusan Paket C. Selain itu, tahun ajaran ini juga menjadi angkatan pertama bagi Satuan PAUD Sejenis (SPS) dengan jumlah 12 peserta didik.
(hl/sr)



