Hadiri Pentas Seni YPI Nurul Fatah, Pemkot Bontang Ajak Generasi Muda Cintai Budaya
BONTANG – Ratusan siswa Sekolah Uniks menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka dalam Pentas Seni bertema “Tumbuhkan Kreativitas Seni, Lestarikan Budaya Nusantara” yang digelar di Lapangan Eks Pasar Citra Mas, Kelurahan Loktuan, Rabu (3/6/2026) malam.
Berbagai penampilan disuguhkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari tari tradisional, tari kreasi, pertunjukan musik, nasyid, drama musikal hingga film pendek karya siswa. Pentas seni itu menjadi ajang bagi peserta didik untuk menampilkan hasil pembelajaran sekaligus mengasah keberanian tampil di hadapan masyarakat.
Pemerintah Kota Bontang yang hadir melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM, Lukman, menilai kegiatan semacam ini memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan. Menurutnya, ruang ekspresi yang diberikan kepada anak-anak berperan penting dalam membentuk karakter serta memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk berkarya dan berekspresi. Melalui kegiatan seperti ini, mereka tidak hanya belajar tampil percaya diri, tetapi juga belajar mengenal dan mencintai warisan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia,” katanya saat membacakan sambutan Wali Kota Bontang.
Ia mengatakan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Karena itu, pengenalan budaya lokal dan nasional perlu terus dilakukan agar anak-anak memiliki identitas yang kuat di tengah perubahan zaman.
Selain menjadi sarana pengembangan bakat, kegiatan tersebut juga dinilai mampu melatih kemampuan berkomunikasi, kerja sama, serta tanggung jawab siswa dalam mempersiapkan sebuah pertunjukan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter sejak usia dini.
Lukman juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Islam Nurul Fatah Bontang, para guru, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan pendidikan karakter membutuhkan kolaborasi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar.
“Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Ketika orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah bergerak bersama, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, dan kepedulian terhadap budaya bangsa,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Loktuan Sunyk Widiarsih, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Bontang Yuti Nurhayati, Pendiri Yayasan Nurul Fatah Setiyoko Waluyo, serta sejumlah tokoh masyarakat dan wali murid.
(hl/sr)



