Bencana Kebakaran Loa Ipuh, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Jalan Kartini Gang Karya, RT 61 dan RT 26, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Selasa (13/10/2026) malam.
Kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya 11 unit rumah dan menelan korban jiwa. Dua anak masing-masing berusia 7 tahun dan 3 tahun dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, orang tua korban mengalami luka bakar hingga 75 persen dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD AM Parikesit.
Aulia menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

“Kami sangat prihatin dan turut berduka cita secara mendalam atas musibah ini. Ini pelajaran berharga bagi kita semua untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memitigasi potensi kebakaran,” kata Aulia, Rabu (14/10/2026).
Ia mengimbau masyarakat Kukar agar lebih memperhatikan keamanan rumah, terutama sebelum beristirahat atau meninggalkan tempat tinggal. Warga diminta memastikan kondisi dapur aman serta mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan untuk mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting.
Menurut Aulia, upaya pencegahan perlu menjadi perhatian bersama karena kewaspadaan terhadap sumber api dan instalasi listrik merupakan bagian penting dalam meminimalkan risiko kebakaran permukiman.
Selain mengingatkan pentingnya mitigasi, Pemkab Kukar juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani dampak kebakaran yang dialami warga Loa Ipuh.
Penanganan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pemerintah daerah turut memberikan perhatian terhadap keberlangsungan aktivitas anak-anak korban kebakaran agar mereka tetap dapat mengikuti kegiatan belajar.
Salah satu kebutuhan yang menjadi prioritas ialah penyediaan seragam dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memastikan musibah yang terjadi tidak semakin menghambat aktivitas pendidikan mereka.
“Strategi jangka pendek kita adalah memastikan aktivitas warga dan anak-anak sekolah tidak terhalang. Bantuan seragam dan kebutuhan pokok kita siapkan agar bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah,” tegasnya.
Aulia berharap koordinasi penanganan pascabencana dapat membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak setelah kehilangan tempat tinggal dan menghadapi dampak musibah tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan. Pemeriksaan kondisi dapur, penggunaan peralatan listrik secara aman, serta kewaspadaan terhadap sumber api perlu dilakukan secara konsisten untuk mencegah kejadian serupa.
Pemkab Kukar menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penyaluran bantuan bagi warga terdampak, dengan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar dan kelangsungan pendidikan anak-anak korban kebakaran.
(hl/ya)



