Longtime.id – Tangisan bayi yang memecah sunyi dini hari justru membuka fakta mengejutkan: seorang bayi laki-laki ditemukan terlantar di atas bak mobil pick up yang terparkir di garasi rumah warga. Peristiwa yang terjadi di wilayah permukiman itu memunculkan dugaan kuat praktik penelantaran anak—dan kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Suasana tenang dini hari di kawasan Jl. Poros Muara Badak–Samarinda, Gunung Batu RT 03, Desa Tanah Datar, mendadak pecah oleh tangisan bayi pada Senin (16/02) sekitar pukul 02.45 Wita.
Saksi berinisial DR yang pertama kali mendengar suara tersebut segera memeriksa sumber tangisan bersama MH. Mereka terkejut saat menemukan seorang bayi laki-laki tergeletak di atas bak mobil pick up milik DR yang terparkir di garasi rumah.
Bayi itu ditemukan dalam kondisi terbungkus kain hijau, dengan gulungan tali rafia berwarna biru melilit tubuhnya. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan aparat Polsek Muara Badak.
Petugas kemudian mengevakuasi bayi dan membawanya ke Puskesmas Sungai Siring untuk pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan, bayi laki-laki itu memiliki berat sekitar 2,5 kilogram dan panjang 47 sentimeter. Kondisinya dinyatakan sehat dan kini menjalani perawatan sementara di fasilitas kesehatan tersebut.
Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa saksi di sekitar lokasi. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan instansi terkait guna memastikan keselamatan serta perlindungan bayi terpenuhi.
Kapolsek Muara Badak, Iptu Danang, menegaskan bahwa keselamatan bayi menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.
“Keselamatan bayi menjadi prioritas utama kami. Polri hadir bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga melindungi setiap nyawa. Penyelidikan terus kami lakukan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.”
Penyelidikan kini terus dikembangkan. Polisi menelusuri berbagai kemungkinan, termasuk memeriksa lingkungan sekitar lokasi penemuan dan mengupayakan pelacakan rekaman kamera pengawas (CCTV) di area terdekat.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Kartanegara guna memastikan penanganan lanjutan terhadap bayi, termasuk aspek perlindungan sosial dan kemungkinan penempatan sementara bila diperlukan.
Peristiwa ini memicu keprihatinan warga sekitar, yang berharap pelaku penelantaran segera terungkap. Sementara itu, bayi laki-laki tersebut masih berada dalam pengawasan medis intensif sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang. (hl/mam)



