Longtime.id – Di tengah masih tingginya tantangan stunting dan persoalan gizi anak, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur meluncurkan program minum susu gratis dan distribusi alat antropometri di TK Negeri 1 Sangatta Utara, Jumat (13/02) pagi.
Peluncuran program ditandai dengan pembagian susu kepada siswa serta penyerahan alat antropometri untuk memantau tinggi badan, berat badan, dan status gizi anak secara lebih presisi. Langkah ini disebut sebagai bagian dari program unggulan kepala daerah yang selaras dengan kebijakan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan investasi pada gizi anak merupakan fondasi jangka panjang pembangunan daerah. Ia menilai usia dini adalah periode krusial yang menentukan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi mendatang.
“Anak-anak harus tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Pemantauan rutin menjadi kunci agar gangguan pertumbuhan bisa dicegah sejak awal,” ujarnya.
Penyerahan alat antropometri menjadi poin penting dalam kegiatan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan alat tersebut memungkinkan pendataan pertumbuhan anak dilakukan lebih akurat dan terukur.
“Data yang diperoleh menjadi dasar intervensi dini. Jika ada indikasi gangguan pertumbuhan, bisa segera ditangani sehingga pencegahan stunting lebih efektif,” jelasnya.
Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, turut menekankan perlunya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam memastikan kecukupan gizi anak. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang perlindungan tumbuh kembang anak.
Kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan permainan angklung dan Tari “Tujuh Kebiasaan Anak Hebat Indonesia” dari siswa-siswi TK Negeri 1 Sangatta Utara.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya unsur Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah. Melalui integrasi program gizi dan pemantauan pertumbuhan ini, Pemkab Kutim berharap dapat memperkuat fondasi kesehatan anak sebagai modal pembangunan jangka panjang daerah. (rh/mam)



