Pemkot Bontang Gelar Timbang Serentak untuk Tekan Angka Stunting
BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang secara resmi mulai menggelar operasi timbang serentak di seluruh posyandu pada Selasa (9/6/2026) pagi.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa terdapat banyak faktor penyebab anak stunting, mulai dari asupan gizi makanan, sanitasi hingga pola hidup sang ibu.
“Penderita anemia juga berpotensi besar akan memiliki anak yang mengalami stunting nantinya,” ujarnya.
Ia menyoroti masih banyaknya masyarakat tidak memiliki sanitasi rumah tangga yang baik. Mereka melakukan aktifitas buang air besar langsung ke sungai atau laut.
Menurutnya hal ini juga sangat berdampak besar menyebabkan stunting pada anak. Bukan hanya tentang makanan yang masuk ke dalam mulut.
Maka itu dirinya mengingatkan seluruh pihak bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak calon ibu masih berada pada usia remaja atau duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA)
Dirinya menekankan kepada seluruh pihak, baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Posyandu. Bahwa permasapahan syunting harus diselesaikan dari akar masalahnya secara tuntas.
“Kalau tidak dari akarnya kita selesaikan, maka temuan anak stunting akan terus ada setiap tahunnya. Tidak pernah habis,” ucapnya.
Neni berharap seluruh pihak bisa saling bekerjasama dengan baik. Operasi timbang harus mampu menyisir seluruh sasaran yang telah ditentukan.
Dengan begitu, pemerintah daerah dapat mengetahui secara pasti jumlah data anak yang mengalami stunting maupun berpotensi, serta penyebabnya untuk bisa dilakukan intervensi.
“Kami berkomitmen melakukan intervensi dengan cepat dan tepat. Target kita adalah menurunkan angka stunting hingga menjadi di bawah 10 persen,” pungkasnya.
(hl/sr)Â



