Kekurangan Terapis, Heri Keswanto: Layanan Gedung Autis Bontang Belum Maksimal
BONTANG – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, mengungkapkan Autis Center Bontang saat ini masih mengalami kekurangan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga terapis.
Menurutnya, persoalan tersebut terjadi karena proses kelembagaan Autis Center hingga kini belum rampung. Akibatnya, pemerintah belum dapat melakukan penambahan tenaga pendamping maupun terapis baru.
“Permasalahan utamanya ada di kelembagaan yang masih berproses. Jadi belum bisa menambah pembina, guru pendamping, ataupun terapis,” ujarnya, Kamis (21/5/2026) lalu.
Ia menjelaskan, proses administrasi kelembagaan saat ini masih berjalan di tingkat pemerintah daerah, setelah sebelumnya mendapat proses dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Perubahan peraturan wali kota terkait kelembagaan itu, disebut berjalan bersamaan dengan beberapa UPT lain sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Heri Keswanto menyebut, saat ini Autis Center hanya memiliki tiga terapis aktif.
Padahal sebelumnya terdapat enam orang yang sempat disiapkan dan disekolahkan untuk menjadi tenaga terapi. Namun, sebagian memilih mengikuti rekrutmen CPNS di daerah lain.
“Dulu ada enam yang disekolahkan, tapi saat ada perekrutan CPNS di daerah tetangga mereka mendaftar ke sana. Akhirnya tinggal tiga terapis di sini,” katanya.
Ia mengungkapkan, fasilitas terapi di gedung tersebut sebenarnya cukup memadai. Hanya saja, keterbatasan tenaga membuat alat-alat yang tersedia belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau alat bisa dibilang cukup. Tapi kalau terapisnya kurang, alat yang lengkap pun jadi tidak maksimal digunakan,” tambahnya. Ia berharap proses kelembagaan dapat selesai tahun ini, agar perekrutan tenaga terapi baru segera dilakukan.
(sn/sr)



