KUTAI TIMUR

Teluk Pandan Cup III Tutup Laga, Talenta Lokal Unjuk Kemampuan

TELUK PANDAN — Gemuruh pertandingan Teluk Pandan Cup III Tahun 2026 akhirnya berakhir. Di balik persaingan memperebutkan gelar juara, turnamen yang ditutup Jumat, 25 September 2026, itu turut menjadi panggung bagi pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun semangat sportivitas di tengah masyarakat.

All Star menjadi tim yang berhasil membawa pulang gelar juara pertama. Posisi kedua ditempati Legend, disusul Generation di peringkat ketiga dan Deskarah B sebagai juara keempat.

Tak hanya mengapresiasi tim terbaik, panitia juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pemain yang dinilai tampil menonjol sepanjang kompetisi.

Faisal Teluk menyabet gelar Top Score, Muh. Yusuf dinobatkan sebagai Pemain Terbaik, sedangkan penghargaan Pemain Muda Terbaik diberikan kepada Afrizal Sandi Manfad.

Penutupan turnamen turut dihadiri Camat Teluk Pandan Anwar, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Basuki Ismawan, perwakilan Kapolsek Teluk Pandan, perwakilan Danramil, serta perwakilan PT Indominco dan PT Pama.

Koordinator Kecamatan (Korcam) Olahraga Teluk Pandan Andi Herman Fadli, S.H., bersama panitia, peserta dan masyarakat juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Camat Teluk Pandan Anwar mengatakan, kompetisi olahraga di tingkat kecamatan memiliki peran penting dalam menciptakan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan minat dan bakat mereka.

Menurutnya, nilai yang dibangun melalui kompetisi tidak berhenti pada hasil pertandingan. Interaksi antarpemain dan klub selama turnamen juga menjadi bagian dari upaya memperkuat persaudaraan serta membiasakan peserta menjunjung sportivitas.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Teluk Pandan, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, masyarakat, serta para pihak yang telah mendukung pelaksanaan Teluk Pandan Cup III,” ujar Anwar.

Ia juga menyampaikan selamat kepada All Star atas keberhasilannya menjadi juara dan memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berkompetisi.

Anwar berharap para pemain tidak berhenti setelah turnamen selesai. Pengalaman bertanding, menurutnya, dapat menjadi bekal untuk memperbaiki kemampuan dan meningkatkan kualitas permainan.

“Yang terpenting bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana melalui olahraga kita membangun persaudaraan, sportivitas, disiplin, dan semangat kebersamaan,” katanya.

Ia berharap Teluk Pandan Cup dapat kembali digelar dengan penyelenggaraan yang semakin baik dan mampu menjadi salah satu wadah untuk menemukan serta membina atlet-atlet potensial dari Teluk Pandan.

Berakhirnya Teluk Pandan Cup III sekaligus menutup satu rangkaian kompetisi, namun semangat pembinaan diharapkan tidak ikut berakhir. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas olahraga menjadi modal untuk menjaga geliat olahraga sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta lokal untuk berkembang.

(sr/ya)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }