Pupuk Kaltim Raih TJSLP Award 2025
Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Berkelanjutan
LONGTIME.ID – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih penghargaan TJSLP Award 2025 dari Pemerintah Kota Bontang, untuk bidang pendidikan dan kebudayaan, serta bidang kesehatan. Penghargaan diterima Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim, Andik Cahyanto Budiarto, dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, di The Rinra Hotel Makassar, Kamis (20/8/2026).
Diungkapkan Andik, penghargaan ini menegaskan komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Bontang, sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Daerah.
“Penghargaan ini menjadi motivasi Pupuk Kaltim untuk terus memperkuat peran dan kontribusi bagi masyarakat, khususnya yang selaras dengan program pembangunan daerah dan berdampak nyata secara berkelanjutan,” ujar Andik.
Dijelaskan Andik, Pupuk Kaltim yang tumbuh dan berkembang di Kota Bontang, memiliki tanggung jawab untuk memastikan keberadaan perusahaan turut memberi nilai tambah bagi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program di sejumlah sektor prioritas, termasuk pendidikan, kebudayaan dan kesehatan.
Pada bidang pendidikan, salah satu program unggulan Pupuk Kaltim adalah Beasiswa Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan (PKTPP). Program ini menyasar anak dari keluarga kurang mampu, dengan pembiayaan penuh mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.
Selama 18 tahun pelaksanaannya, program PKTPP telah memberikan manfaat kepada 545 penerima, yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
“Bagi Pupuk Kaltim, pendidikan merupakan hal utama dalam mewujudkan masyarakat mandiri dan berdaya saing. Untuk itu, kontribusi perusahaan tidak hanya melalui bantuan pendidikan, tapi juga berbagai program pelatihan, peningkatan kompetensi masyarakat, serta ragam kegiatan edukatif lainnya,” terang Andik.
Sementara di bidang kebudayaan, Pupuk Kaltim secara konsisten mendukung berbagai agenda budaya di Kota Bontang. Salah satunya Erau Pelas Benua Guntung dan Pesta Laut Bontang Kuala, yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
Hal ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan menjaga serta melestarikan warisan budaya, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya sebagai bagian dari identitas daerah.
“Pembangunan tidak hanya berbicara pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tapi juga bagaimana menjaga identitas, nilai dan karakter masyarakat. Untuk itu, keberlanjutan budaya perlu didukung melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” lanjut Andik.
Sementara di bidang kesehatan, Pupuk Kaltim secara aktif menginisiasi berbagai program yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya Pencegahan dan Pengendalian Stunting (PEDALGAS), melalui penguatan kapasitas masyarakat, khususnya kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan di tingkat komunitas.
Program tersebut antara lain, pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi kader posyandu se-Kota Bontang, pelatihan antropometri, hingga mendorong peningkatan D/S Posyandu. Selain itu, Pupuk Kaltim juga mendukung Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK), serta operasi timbang serentak sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang anak.
Komitmen lain juga diwujudkan terhadap penanggulangan Tuberculosis (TBC), yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun kesadaran, pencegahan dan penanganan persoalan kesehatan.
Tak ketinggalan, pembangunan infrastruktur kesehatan pun menjadi perhatian Pupuk Kaltim. Seperti Puskesmas Pembantu di Kelurahan Guntung, yang diharapkan semakin mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Andik menegaskan, seluruh program TJSL Pupuk Kaltim dirancang dengan memperhatikan kebutuhan dan potensi masyarakat, serta diarahkan untuk menciptakan dampak yang terus berkembang secara berkelanjutan.
“Kami percaya keberhasilan program tidak hanya diukur dari besarnya bantuan, tapi juga seberapa besar manfaat dan perubahan positif yang dirasakan masyarakat. Untuk itu, sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus kami perkuat, agar program yang dijalankan semakin tepat sasaran,” tambah Andik.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan komitmen Pupuk Kaltim mendukung pembangunan daerah melalui program TJSL di berbagai sektor. Neni menilai, keberadaan perusahaan memiliki peran penting dalam mendukung berbagai agenda pembangunan daerah.
“TJSL perusahaan diharap mampu mengoptimalkan berbagai potensi lokal, untuk memberi manfaat lebih besar di masyarakat. Kolaborasi seperti ini perlu terus kita perkuat, dalam mewujudkan Kota Bontang yang maju dan berkelanjutan,” tutur Neni.
Di sisi lain, Neni pun menegaskan pentingnya peningkatan kinerja lingkungan oleh perusahaan, termasuk optimalisasi pemberdayaan tenaga kerja lokal sesuai Perda Ketenagakerjaan, dengan target minimal 75 persen terserap di seluruh perusahaan. Bahkan berpeluang mencapai 100 persen, seiring peningkatan ketersediaan tenaga kerja terampil.
Menurut Neni, kolaborasi pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci mewujudkan Bontang sebagai kota jasa dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Seperti halnya Pupuk Kaltim, yang telah merealisasikan sekitar Rp45 miliar dalam satu tahun pada berbagai bidang.
“Kami harap seluruh program TJSLP Pupuk Kaltim semakin disinergikan dengan rencana pembangunan daerah, untuk memberi manfaat lebih luas sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Bontang,” pungkas Neni.
(*/adv/sr)



