Pemuda Kubar Berpeluang Jadi Pilot lewat Program 18 Bulan
SENDAWAR – Pemuda Kutai Barat kini berpeluang mengikuti pendidikan pilot melalui program 18 bulan yang ditawarkan PT Proflight Indonesia. Peluang itu terbuka setelah perusahaan penerbangan tersebut mengajukan tawaran kerja sama kepada Bupati Kubar Frederick Edwin di Ruang Kerjanya, Kantor Bupati Kubar, Barong Tongkok, Kamis (21/5/2026) lalu.
Kunjungan yang dipimpin Capt. Juliawan K. itu turut dihadiri Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kubar Rita Nursandy dan Kepala Kantor UPBU Kelas III Melalan Bernard R. Purba beserta jajaran.
Dalam pemaparannya, pihak Proflight menjelaskan pendidikan dasar pilot berlangsung selama 18 bulan. Setelah lulus, peserta akan mendapat pendampingan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya hingga memenuhi kualifikasi sebagai pilot maskapai penerbangan nasional.
Selain membuka jalur ke penerbangan komersial, lulusan program ini juga dapat mengoperasikan pesawat ringan untuk berbagai kebutuhan operasional—mulai dari pemantauan sungai, patroli hutan, hingga aktivitas lainnya.
Program ini ditujukan bagi lulusan SMA yang memenuhi persyaratan, baik dari sisi kemampuan akademis maupun kondisi fisik.
Bupati Frederick Edwin menyebut program ini sebagai kesempatan berharga bagi putra-putri Kutai Barat yang berminat di dunia penerbangan. Kehadiran pilot asal daerah, menurutnya, akan menjadi aset penting bagi pengembangan transportasi udara Kutai Barat ke depan.
“Harapannya memang ada satu atau dua putra daerah yang bisa mengikuti pendidikan ini. Tentu tetap ada standar yang harus dipenuhi, baik dari sisi kemampuan maupun kondisi fisik, karena profesi pilot memiliki persyaratan khusus,” ujarnya.
Plt Kadishub Kubar Rita Nursandy mengatakan pemerintah daerah akan membahas lebih lanjut peluang kerja sama ini, termasuk dukungan pendanaan, bersama tim anggaran agar program dapat dikaji secara menyeluruh.
Pemkab Kubar juga membuka opsi memanfaatkan rute penerbangan yang sudah tersedia—Balikpapan, Samarinda, hingga Melak—sebagai lokasi praktik penerbangan sekaligus memperkuat konektivitas udara di wilayah Kutai Barat. (Adv/Diskominfo Kutai Barat)



