Kutim Bidik Ekonomi Berkelanjutan, Kekayaan Alam Disiapkan Jadi Modal hingga 2045
SAMARINDA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong pemanfaatan kekayaan alam tidak berhenti sebagai sumber pendapatan daerah. Potensi tersebut diarahkan menjadi modal untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, ketahanan pangan, serta membuka sumber ekonomi baru hingga 2045.
Arah pembangunan itu dibahas dalam Lokakarya Rencana Aksi FORMIKA Kutai Timur Hebat 2045 bertema “Sinergi, Kolaborasi, dan Aksi Nyata untuk Pembangunan Kutai Timur yang Berkelanjutan” di Hotel Fugo Samarinda, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung dua hari, 23–24 September 2026, tersebut digelar GIZ Indonesia melalui program GIZ SASCI+ bersama Konsorsium Sustain Kutim. Forum mempertemukan pemerintah, perusahaan, akademisi, organisasi, instansi vertikal, dan kelompok masyarakat untuk menyusun langkah pembangunan lintas sektor.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan FORMIKA harus menghasilkan rencana yang dapat diterapkan, bukan sekadar menjadi forum pertemuan. “FORMIKA jangan hanya menjadi tempat bertemu. Kita harus menentukan langkah pembangunan Kutim ke depan,” ujarnya.
Menurut Mahyunadi, pemerintah tidak dapat menjalankan agenda pembangunan seorang diri. Pengelolaan anggaran perlu dibarengi dukungan dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan berbagai pihak yang memiliki peran di Kutim.
Ia juga menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap satu sektor ekonomi. Kekayaan alam yang dimiliki Kutim perlu dikonversi menjadi sumber daya manusia yang kompeten, usaha lokal yang kuat, infrastruktur, serta sektor ekonomi baru. “Jangan hanya bergantung pada satu sumber ekonomi. Kita harus menyiapkan ekonomi baru yang bisa bertahan dan terus berkembang,” katanya.
Ketua Harian kegiatan, Sudirman Latif, mengatakan kolaborasi dan komunikasi antarpihak menjadi kunci agar program pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri. “Kalau ingin pembangunan berkelanjutan, komunikasi dan dialog harus terus dilakukan,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi agenda penting agar masyarakat Kutim mampu mengambil peran lebih besar dalam perkembangan ekonomi daerah.
Lokakarya tersebut sekaligus menjadi ruang untuk merumuskan rencana aksi FORMIKA menuju 2045. Melalui kolaborasi lintas sektor, pembangunan Kutim diarahkan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membangun fondasi yang lebih beragam dan berkelanjutan.
Target akhirnya adalah memastikan potensi daerah memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat serta tetap menjadi kekuatan ekonomi Kutim dalam jangka panjang.
(sr/ya)



