Kampung Ramadan Temindung Hidup dengan Dana Minim Pemerintah
Longtime.id – Keterbatasan anggaran pemerintah tak menghentikan geliat ekonomi kreatif di Samarinda. Kampung Ramadan Temindung justru tumbuh lewat kekuatan komunitas dan sponsor, sementara dukungan pemerintah hanya bersifat pelengkap.
Fenomena ini menegaskan ruang ekonomi rakyat tetap bergerak, meski tanpa pembiayaan besar dari negara. Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur mendorong Kampung Ramadan Temindung sebagai model kegiatan berbasis komunitas di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Pemprov Kaltim memberikan dukungan berupa fasilitas, lokasi kegiatan di Kreatif Hub Temindung, serta sarana pendukung lainnya,” ujar Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, Sabtu (21/02) lalu.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus bukti bahwa aktivitas ekonomi kreatif tetap bisa berjalan di tengah keterbatasan fiskal. Namun, pembiayaan utama kegiatan justru berasal dari sponsor dan swadaya komunitas. Dana dari pemerintah provinsi disebut hanya sekitar Rp5 juta.
Sebanyak 60 tenda bazar diisi pelaku UMKM, didominasi sektor kuliner. Kehadiran kegiatan ini menjadi ruang alternatif bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar, meningkatkan transaksi, sekaligus memperkuat eksistensi produk lokal di tengah persaingan.
Tingginya partisipasi masyarakat dinilai menunjukkan kebutuhan akan ruang interaksi ekonomi dan hiburan yang selama ini terbatas. Minimnya event berskala besar dalam beberapa waktu terakhir membuat kegiatan semacam ini langsung menyedot perhatian warga.
Ke depan, Kampung Ramadan Temindung diharapkan menjadi agenda rutin berbasis inisiatif masyarakat. Pemerintah akan tetap berperan sebagai pendamping melalui dukungan sistem dan fasilitas, sementara keberlangsungan kegiatan bertumpu pada kekuatan komunitas dan kolaborasi non-pemerintah. (zak/red)



