Kaltim Juara Umum PENAS XVII, Peserta Kubar Sumbang Tiga Gelar Bergengsi
SENDAWAR – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kalimantan Timur tampil sebagai juara umum Pentas Seni Budaya dan Gita Nusantara dalam rangka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Predikat tersebut diraih setelah Kaltim menyapu bersih tiga gelar Juara I dari seluruh cabang yang diperlombakan.
Hasil yang diumumkan 23 Juni 2026 itu menempatkan Kaltim sebagai kontingen terbaik pada ajang seni budaya yang diikuti perwakilan petani dan nelayan dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kontribusi besar datang dari peserta asal Kabupaten Kutai Barat. Pada kategori Vokal Solo, Angelina Jessica Vania berhasil mengantarkan Kalimantan Timur meraih Juara I, mengungguli peserta dari Papua Barat Daya yang berada di posisi kedua dan Gorontalo di peringkat ketiga.
Dominasi Kaltim berlanjut pada Lomba Tari Kreasi. Penampilan yang dibawakan kontingen Benua Etam kembali mendapat penilaian tertinggi dari dewan juri. Gorontalo menempati posisi kedua, sementara Sulawesi Tenggara berada di peringkat ketiga.
Prestasi Kaltim semakin lengkap setelah tim paduan suara yang diperkuat peserta dari Kutai Barat sukses merebut Juara I kategori Paduan Suara. Daerah Istimewa Yogyakarta meraih posisi kedua, sedangkan Papua Barat Daya berada di urutan ketiga.
Di balik keberhasilan tersebut tersimpan kisah haru. Salah seorang anggota paduan suara asal Kutai Barat, Yuni, mengungkapkan tim mereka sebenarnya dipersiapkan dengan 15 personel. Namun satu anggota meninggal dunia sepekan sebelum keberangkatan ke Gorontalo.
“Seharusnya kami berangkat 15 orang, tetapi hanya 14 orang karena satu teman kami meninggal seminggu sebelum keberangkatan. Juara ini kami persembahkan untuk teman kami yang telah berpulang,” ujar Yuni.
Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih kontingen Kalimantan Timur, khususnya para peserta asal Kutai Barat yang turut menyumbang prestasi pada ajang nasional tersebut.
“Prestasi ini membuktikan bahwa Kalimantan Timur tidak hanya unggul dalam sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga mampu menampilkan kekayaan seni budaya daerah di tingkat nasional. Capaian ini sekaligus memperkuat nama Benua Etam sebagai daerah yang memiliki sumber daya manusia unggul, kreatif, dan berdaya saing,” katanya.
Pada PENAS XVII, Kalimantan Timur mengirim ratusan peserta dari berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 peserta berasal dari Kabupaten Kutai Barat yang sebelumnya dilepas untuk mengikuti rangkaian kegiatan nasional di Gorontalo.
Keberhasilan meraih tiga gelar Juara I sekaligus memastikan Kalimantan Timur keluar sebagai juara umum Pentas Seni Budaya dan Gita Nusantara, sekaligus membawa pulang kebanggaan bagi masyarakat Benua Etam di tingkat nasional.
(Adv/Diskominfo Kubar)



