KUTAI BARAT

Disambut Hangat, Wabup Kubar Terima Prosesi Adat Mopotilolo di Gorontalo

SENDAWAR – Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani bersama istri, Hj. Dewi Hairiah, menerima prosesi adat Mopotilolo saat menghadiri rangkaian Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Provinsi Gorontalo, Jumat (19/6/2026) malam.

Prosesi penyambutan berlangsung dalam acara welcome party atau jamuan makan malam di Rumah Jabatan Bupati Gorontalo. Tradisi tersebut diberikan kepada tamu kehormatan yang pertama kali menginjakkan kaki di Gorontalo sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan secara adat.

Bupati Gorontalo Sopyan Puhi menjelaskan, Mopotilolo merupakan warisan budaya masyarakat Gorontalo yang memiliki makna penghormatan, penghargaan, serta doa keselamatan bagi tamu yang datang ke daerah tersebut. “Prosesi adat Mopotilolo adalah bentuk penghormatan yang sakral dan menjadi tradisi masyarakat Gorontalo dalam menerima tamu-tamu kehormatan yang pertama kali datang ke daerah ini,” ujar Sopyan.

Selain mengikuti jamuan makan malam, Nanang bersama rombongan juga diajak mengunjungi kawasan Taman Limboto yang berada di sekitar rumah jabatan Bupati Gorontalo. Penataan kawasan yang rapi dan suasana yang asri menjadi salah satu daya tarik yang diperkenalkan kepada para tamu dari berbagai daerah.

Nanang mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Gorontalo kepada para peserta dan tamu yang hadir dalam PENAS KTNA XVII. Menurutnya, keramahan masyarakat dan pemerintah daerah setempat mencerminkan semangat persaudaraan yang kuat.

“Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas sambutan yang begitu hangat dan penuh kekeluargaan dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Kehormatan melalui prosesi adat Mopotilolo ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Kabupaten Gorontalo telah menunjukkan keramahan luar biasa dalam menerima tamu dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga menilai penyelenggaraan PENAS KTNA XVII berlangsung semarak dan tertata baik. Selain menjadi ajang berkumpulnya petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana memperkenalkan budaya dan potensi daerah Gorontalo kepada peserta dari berbagai wilayah.

“Suasana yang ramai, tertib dan penuh keakraban menunjukkan kesiapan tuan rumah dalam menyambut ribuan peserta. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri dan semoga pelaksanaan PENAS KTNA XVII berjalan sukses serta memberikan manfaat bagi kemajuan sektor pertanian dan perikanan Indonesia,” katanya.

PENAS KTNA XVII menjadi wadah mempererat hubungan antardaerah sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan ketahanan pangan nasional. Prosesi Mopotilolo yang diterima Wakil Bupati Kutai Barat menjadi salah satu simbol penghormatan budaya yang masih dijaga kuat oleh masyarakat Gorontalo.

(Adv/Diskominfo Kubar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }