Digitalisasi UMKM Digenjot, BI Kaltim Gandeng Kampus Dampingi 50 Pelaku Usaha
SAMARINDA – Upaya mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi kembali dipacu. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan program Digital Kaltimpreneurs 2026, yang tahun ini diperkuat kolaborasi dengan Universitas Mulawarman untuk mendampingi langsung puluhan pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital.
Program tersebut resmi dibuka pada 4 Maret 2026 di Samarinda dan diikuti 50 UMKM terpilih dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Para peserta akan menjalani rangkaian pelatihan hingga pendampingan intensif guna memperkuat kapasitas usaha di era ekonomi digital.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto menilai transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform daring.
Menurutnya, peluang ekonomi digital sangat besar, namun hanya dapat dimanfaatkan jika pelaku usaha mampu beradaptasi dengan teknologi, mulai dari pemasaran digital, penggunaan sistem pembayaran non-tunai, hingga pengelolaan usaha yang lebih modern.
“Melalui program ini, kami mendorong UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, Digital Kaltimpreneurs disinergikan dengan program Derawan (Digitalisasi Ekonomi Kerakyatan bersama Mahasiswa Unggulan) yang melibatkan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman.
Sebanyak 16 mahasiswa unggulan diterjunkan untuk mendampingi UMKM secara langsung. Pendampingan meliputi penguatan pemasaran melalui e-commerce dan social commerce, perbaikan administrasi dan pencatatan keuangan, hingga pengembangan identitas merek agar produk lebih kompetitif di pasar digital.
Dekan FISIP Universitas Mulawarman, Finnah Fourqoniah mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa sebagai pendamping UMKM dapat menghadirkan solusi teknis sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha di lapangan.
Program Digital Kaltimpreneurs 2026 sendiri dijalankan melalui empat tahapan utama, yakni kurasi, edukasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Pada tahap awal yang berlangsung 4–6 Maret 2026, peserta memperoleh pembekalan dari pakar Young Entrepreneur Academy terkait digital presence, digital onboarding, serta strategi digital marketing.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan sejumlah instansi daerah, seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Koperasi dan UKM Kota Samarinda, serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Bank Indonesia berharap ekosistem UMKM digital di Kalimantan Timur semakin kuat dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
(zak/mam)



