Buka Rakerda Mushida, Pemkot Bontang Soroti Penurunan Angka Pengangguran
BONTANG– Pemkot Bontang membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Muslimat Hidayatullah (Mushida) Kota Bontang yang digelar di Aula SMH Putri Hidayatullah, Jumat (8/5/2026). Pembukaan kegiatan yang mengusung tema penguatan konsolidasi organisasi itu dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Kota Bontang, Rafidah, yang mewakili Wali Kota Bontang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pengurus Wilayah Mushida Kalimantan Timur Maftuhah, Ketua Pengurus Daerah Mushida Bontang Asriani, serta pengurus dan kader Muslimat Hidayatullah dari berbagai wilayah di Bontang.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Rafidah menyampaikan apresiasi kepada Mushida atas kontribusinya dalam pembinaan masyarakat, terutama di bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui pembinaan keluarga dan generasi muda. “Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dengan organisasi keagamaan untuk membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan sejahtera. Mushida memiliki peran vital dalam pembinaan keluarga dan generasi muda,” ujar Rafidah.
Ia menilai Rakerda menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah dan program kerja yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Rafidah juga memaparkan capaian Kota Bontang di sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data terbaru, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Bontang turun dari 7,06 persen pada 2024 menjadi 6,36 persen.
Penurunan tersebut mengantarkan Bontang meraih penghargaan Terbaik I Nasional dalam Penurunan Pengangguran pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.
Menurut Rafidah, capaian tersebut didukung berbagai program pemerintah, termasuk pemanfaatan aplikasi Teman Naker yang mendorong optimalisasi kebijakan kuota 75 persen tenaga kerja lokal.
“Pada tahun 2027 kami menargetkan angka pengangguran dapat ditekan hingga sekitar 5,25 persen, seiring dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 83,87 persen,” katanya.
Rafidah berharap hasil Rakerda Mushida dapat melahirkan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pembangunan Kota Bontang.
(hl/sr)



