Buaya Serang Bocah 10 Tahun dan Lansia di Kutim
Longtime.id – Banjir yang merendam permukiman warga di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Selasa (17/02), tak hanya menyisakan genangan dan kerugian materi. Dari balik air keruh setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa, seekor buaya tiba-tiba muncul dan menyerang dua warga, seorang bocah 10 tahun dan seorang lansia.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.00 WITA, ketika sebagian besar rumah warga masih dikepung air akibat luapan sungai dan curah hujan tinggi. Aktivitas masyarakat pun terpaksa dilakukan di tengah genangan, termasuk anak-anak yang bermain air di sekitar rumah.
Menurut keterangan Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, insiden bermula saat empat anak terlihat bermain di halaman rumah Ernawati (65) yang terendam banjir. Tanpa menyadari bahaya yang mengintai, salah satu anak berenang ke bagian yang lebih dalam dari genangan tersebut.
“Tidak lama berselang buaya muncul. Dan anak tersebut teriak meminta pertolongan,” jelasnya.
Teriakan itu memecah kepanikan di sekitar lokasi. Ernawati yang berada tak jauh dari tempat kejadian berusaha memberikan pertolongan. Dengan spontan ia turun ke air dan mencoba menarik bocah tersebut ke tepi agar terlepas dari gigitan reptil buas itu.
Namun upaya penyelamatan tersebut justru membuat dirinya ikut menjadi korban. Buaya kembali menyerang dan menggigit tangan kanan Ernawati sebelum akhirnya melepaskan diri dan menghilang ke dalam genangan.
Warga yang berada di sekitar lokasi segera membantu mengevakuasi kedua korban ke tempat yang lebih aman sebelum dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis. Keduanya dilaporkan mengalami luka gigitan, namun dalam kondisi sadar.
Kemunculan buaya di tengah permukiman yang terendam banjir bukan kali pertama terjadi di wilayah Kutai Timur. Saat debit air meningkat dan sungai meluap, satwa liar kerap berpindah dari habitat aslinya dan masuk ke kawasan yang lebih tinggi, termasuk lingkungan tempat tinggal warga.
Situasi ini membuat banjir tak lagi sekadar persoalan genangan, melainkan juga ancaman keselamatan. Air yang tampak tenang bisa menyembunyikan bahaya yang tak terlihat.
Pihak kepolisian menyatakan telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemantauan dan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama melarang anak-anak bermain di genangan air selama banjir masih berlangsung.(rh/mam)



