Beasiswa Kedinasan Dibuka, Pelajar Kutim Tak Bisa Cuma Andalkan Nilai
SANGATTA — Peluang putra-putri Kutai Timur menembus pendidikan kedinasan bidang transportasi kini terbuka. Namun, kesempatan melalui program pola pembibitan daerah di Politeknik Transportasi Darat Indonesia–STTD (PTDI-STTD) Bekasi itu menuntut persiapan lebih dari sekadar nilai akademik.
Pemkab Kutim melalui Dinas Perhubungan tengah mematangkan pelaksanaan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk program yang direncanakan berlangsung selama lima tahun, mulai 2027 hingga 2031.
Sekretaris Dishub Kutim Masrianto Suriansyah mengatakan, MoU telah ditandatangani Bupati Kutim dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah diteken Sekretaris Daerah. Pemerintah daerah kini menyiapkan aspek anggaran dan teknis pelaksanaan.

“MoU sudah ditandatangani oleh Bupati dan perjanjian kerja sama juga sudah ditandatangani oleh Sekretaris Daerah. Saat ini Dinas Perhubungan sedang melakukan koordinasi dengan Bapak, Sekretaris Daerah dan tim TAPD. Insyaallah akan tersedia anggaran di 2027,” ujar Masrianto, Selasa (29/9/2026).
Penerimaan akan dilakukan bertahap sesuai formasi dan program studi. Untuk 2027, salah satu yang direncanakan dibuka adalah Diploma III (D3) Manajemen Transportasi Jalan.
Pendaftaran diperkirakan berlangsung sekitar Juli atau Agustus 2027, dengan mekanisme yang mengikuti ketentuan Kementerian Perhubungan dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Namun, calon peserta harus memperhatikan satu syarat penting: status kependudukan. Peserta yang masuk kuota pola pembibitan Kutim harus memiliki NIK yang terdaftar sebagai penduduk Kabupaten Kutai Timur.
“Memastikan NIK-nya adalah NIK Kabupaten Kutai Timur, maka otomatis dia akan masuk pada kuota Polbit Kabupaten Kutai Timur,” jelasnya.
Masrianto juga mengingatkan calon peserta agar tidak menunggu pendaftaran dibuka untuk mulai mempersiapkan diri. Seleksi sekolah kedinasan tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan fisik.
“Kami berharap anak-anak kita dan adik-adik kita yang akan mendaftar mempersiapkan secara fisik dan juga nilai akademiknya,” katanya.
Dishub Kutim mengimbau siswa SMA, MA, dan SMK sederajat yang berminat mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Sementara persyaratan, kuota, program studi, jadwal, dan tahapan seleksi 2027 masih menunggu ketentuan resmi Kementerian Perhubungan dan BKN.
Kesempatan lima tahun tersebut menjadi peluang strategis bagi Kutim menyiapkan sumber daya manusia di sektor transportasi. Tetapi pada akhirnya, kuota tidak otomatis menjadi tiket kelulusan—calon peserta tetap harus membuktikan kemampuan akademik dan fisiknya dalam proses seleksi.
(sr/ya)



