Disperkim Kawal Penyaluran Bantuan BSPS 531 Unit Rumah, Sasar Warga Desil 1 Hingga 4
TENGGARONG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengawal ketat proses penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi warga pemilik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kukar, program kolaborasi bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini menargetkan sebanyak 531 unit rumah penerima manfaat pada tahun 2026.
Langkah pendampingan ini dilakukan guna memastikan penyaluran dana stimulan tepat sasaran serta dapat ditransformasikan langsung menjadi bangunan rumah yang lebih layak, sehat, dan aman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil memaparkan bahwa usulan calon penerima bantuan diambil secara akurat melalui pangkalan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memfokuskan kelompok masyarakat kategori desil 1 hingga desil 4.
![]()
“Kami menarik data calon penerima dari DTSEN desil 1 sampai desil 4 untuk diusulkan ke pemerintah pusat. Verifikasi lapangan kemudian dilakukan secara faktual oleh tim fasilitator balai bersama pendamping dari Disperkim Kukar untuk memastikan legalitas kepemilikan lahan dan kondisi fisik rumah,” terang Aidil, Kamis (8/10/2026).
Aidil menambahkan, skema pembiayaan senilai Rp20 juta per unit rumah dikirimkan langsung ke rekening tabungan masing-masing penerima manfaat tanpa perantara. Alokasi tersebut dipecah sebesar Rp17,5 juta untuk belanja material bahan bangunan dan Rp2,5 juta sisanya dialokasikan sebagai biaya upah tukang.
Guna mencegah penyalahgunaan dana usai dicairkan lewat rekening penerima, tim fasilitator bentukan Balai Perumahan bersama Disperkim Kukar disiagakan untuk mengawasi seluruh tahapan transaksi belanja toko bangunan hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban fisik.
“Penerima bantuan didampingi penuh saat membelanjakan bahan bangunan dan wajib menyampaikan bukti transaksi. Pengawasan ketat ini dijalankan agar anggaran bantuan benar-benar terwujud dalam bentuk perbaikan fisik rumah yang sehat dan layak huni,” pungkasnya.
(hl/ya)



