Pemkab Kukar Kirim 25 Pemuda Lokal Ikuti Sertifikasi Industri di Batam
TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus berupaya mengikis angka pengangguran sekaligus menjawab isu minimnya tenaga kerja lokal di sektor industri Minyak dan Gas Bumi (Migas).
Lewat program prioritas “Kukar Siap Kerja”, Pemkab Kukar menyinergikan alokasi dana CSR SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) untuk mendidik pemuda Kukar dari keluarga desil 1 hingga 5 menjadi tenaga kerja tersertifikasi.
Hasilnya, sebanyak 25 pemuda Kukar angkatan keempat dipastikan siap diberangkatkan mengikuti pelatihan dan sertifikasi teknis ke Batam pada akhir Oktober 2026.
![]()
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menjelaskan bahwa skema Kukar Siap Kerja berfokus pada pelatihan teknis yang langsung terhubung link and match dengan kebutuhan lapangan kerja perusahaan migas seperti PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan Eni Indonesia.
“Tugas Pemkab Kukar adalah menjaring anak-anak muda lokal dari desil 1 sampai 5, sementara SKK Migas membiayai penuh pelatihannya. Setelah lulus, mereka langsung diserap oleh industri K3S,” terang Aulia Rahman Basri.
Hingga saat ini, program Kukar Siap Kerja telah memfasilitasi hampir 600 warga lokal pada tiga bidang keahlian utama, yakni operator loader, welder (tukang las), dan operator alat berat/pengemudi industri.
Pemkab Kukar juga mengusulkan penyesuaian kualifikasi sertifikasi las (welder) agar sesuai dengan spesifikasi industri galangan kapal di daerah agar biaya pelatihan lebih efisien dan kuota warga lokal yang dikirim bisa berlipat ganda.
(hl/ya)



