Perluas Jangkauan ke Pesisir dan Hulu, Disperkim Kukar Garansi 500 Sambungan Air Bersih Desa Tuntas Tahun Ini
TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memacu perluasan cakupan air bersih hingga ke pelosok desa. Lewat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar, sebanyak 500 Sambungan Rumah (SR) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa ditargetkan terpasang sepanjang tahun anggaran 2026.
Langkah ini menjadi solusi konkret Pemkab Kukar untuk mengatasi keterbatasan jaringan utama PDAM Tirta Mahakam yang belum mampu menjangkau pemukiman warga di wilayah pedalaman hulu dan pesisir.
Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil, menegaskan bahwa skema SPAM Desa dihadirkan secara independen khusus untuk memfasilitasi kawasan pemukiman yang berada di luar jangkauan pipa induk PDAM.
![]()
“Tahun ini fokus kita memasang 500 SR melalui program SPAM Desa. Target utamanya adalah melayani pemukiman warga yang memang belum tersentuh jaringan utama PDAM,” ujar Aidil di Tenggarong, Kamis (1/10/2026).
Aidil membeberkan, tantangan utama penyediaan air bersih di Kukar sebenarnya bukan pada unit sambungan ke rumah warga, melainkan pada bentangan jaringan pipa distribusi yang belum merata akibat kondisi geografis.
“Persoalan dasarnya ada pada pipa distribusi yang belum mencakup seluruh kawasan. Begitu pipa utamanya tersambung, pemasangan SR ke rumah-rumah warga akan langsung berjalan beriringan,” jelasnya.
Untuk tahun ini, Disperkim Kukar memberikan perhatian khusus pada wilayah hulu dengan memprioritaskan pengerjaan pipa penyeberangan dari Tukung Ritan menuju Muara Ritan di Kecamatan Tabang. Proyek ini disiapkan agar masyarakat di pedalaman Tabang bisa segera menikmati pasokan air bersih yang layak.
Meski demikian, Aidil mengakui luasnya bentang wilayah Kukar dengan jarak antar-pemukiman yang berjauhan membutuhkan alokasi anggaran yang tak sedikit. Oleh sebab itu, pembangunan SPAM Desa menjadi strategi paling realistis dan efektif.
Sejauh ini, seluruh kecamatan di Kukar telah terjangkau fasilitas air bersih. Namun, masih ada tiga desa yang belum teraliri secara optimal, termasuk Desa Tubang Baru serta dua desa di wilayah pesisir.
“Insya Allah untuk tiga desa yang belum maksimal ini, pembangunan SPAM Desa akan kita selesaikan dan tuntaskan sepenuhnya pada tahun depan,” tegas Aidil.
Selain mengakselerasi program air bersih, Disperkim Kukar juga terus mengawal program prioritas lainnya sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026, yang mencakup penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pengelolaan air limbah, serta penyediaan Sarana, Prasarana, dan Utilitas Umum (PSU) bagi masyarakat Kukar.
(hl/ya)



