Workshop Film Digelar, Neni Minta Generasi Muda Bontang Jadi Kreator Industri Kreatif
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mendorong generasi muda untuk lebih aktif terlibat dalam industri kreatif melalui dunia perfilman. Upaya tersebut diwujudkan lewat Workshop Pembuatan Film Pendek yang melibatkan puluhan pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Kota Taman.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Mini Teater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Senin (18/5/2026), dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan yang menghadirkan enam narasumber dari kalangan akademisi serta praktisi film lokal maupun luar daerah.
Dalam sambutannya, Neni mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya menjadi sarana belajar teknis produksi film, tetapi juga wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan menyampaikan pesan melalui karya visual.
“Melalui workshop ini saya berharap peserta tidak hanya belajar teknis pembuatan film, tetapi juga memahami pentingnya kerja sama tim, kreativitas, kemampuan bercerita, dan penyampaian pesan moral melalui karya visual,” ujarnya.
Menurut Neni, film dapat menjadi media efektif untuk memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Dia mencontohkan bagaimana drama Korea mampu membawa budaya dan kuliner negara tersebut dikenal di berbagai belahan dunia.
Karena itu, dia berharap pelajar Bontang mampu menghasilkan karya yang mengangkat kekayaan budaya dan kuliner lokal Kalimantan. Neni bahkan menyinggung makanan khas seperti gammi bawis maupun budaya lokal lainnya agar dapat diperkenalkan melalui film.
“Harapan bunda, anak-anak kita di sini juga sama, angkat budayanya, makanan lokal kita, biar mendunia dan dikenal ke seluruh dunia,” katanya.
Workshop film tersebut merupakan hasil kolaborasi antara komunitas Sineas Bessai Berinta (SBB) dan Dispopar Bontang. Ketua Panitia, Arif Rahmatullah, menjelaskan kegiatan berlangsung selama tiga hari dan dirancang sebagai program berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem perfilman di Kota Bontang.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai penulisan naskah, penyutradaraan, teknik pengambilan gambar, editing, hingga pengenalan dasar perfilman dari praktisi lokal dan dosen perfilman nasional. Selanjutnya, peserta akan melakukan praktik produksi di lapangan sebelum hasil karya mereka dinilai pada hari terakhir sekaligus didaftarkan hak ciptanya.
“Kami berharap dari kegiatan ini peserta SMA dan SMK se-Bontang bisa berkarya lebih baik lagi dan tujuan pentingnya kami bisa melahirkan film-film dari Bontang,” ucap Arif.
Dia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan festival film di Kota Bontang sebagai ruang apresiasi bagi sineas muda lokal. “Harapannya kami bisa buat juga, sih, festival film. Itu kami cita-citakan juga,” tandasnya.
(hl/sr)



