TKD Menyusut, Kepala Daerah Desak Bankaltimtara Berbenah dan Jadi Motor Ekonomi Kaltim
SANGATTA – Penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat mulai memicu kekhawatiran pemerintah daerah di Kalimantan Timur. Dalam kondisi fiskal yang makin tertekan, Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) didesak untuk berbenah dan mengambil peran lebih besar sebagai penggerak ekonomi daerah.
Para pemegang saham menyetujui laporan pertanggungjawaban manajemen Bankaltimtara. Namun, sejumlah catatan strategis turut disampaikan, terutama terkait perlunya transformasi bank daerah agar lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan, bank daerah tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama di tengah tantangan fiskal yang semakin berat.
“Pembangunan daerah membutuhkan dukungan pembiayaan yang kuat. Sementara TKD dari pusat mengalami tren penurunan. Karena itu, BPD harus mampu berkembang lebih cepat dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujar Ardiansyah saat dikonfirmasi awak media.
Menurutnya, supaya mampu bersaing dengan lembaga keuangan nasional, Bankaltimtara perlu melakukan akselerasi di berbagai sektor, terutama penguatan teknologi dan layanan digital. Ia menilai peningkatan fasilitas serta inovasi layanan menjadi syarat mutlak agar bank milik daerah tersebut tetap relevan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kalimantan Timur.
“Bankaltimtara harus terus berinovasi dan meningkatkan teknologi layanan agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik sekaligus memperkuat daya saing,” tegasnya.
Selain transformasi teknologi, Ardiansyah juga menyoroti pentingnya penguatan kerja sama dengan sektor-sektor ekonomi strategis di daerah. Salah satunya adalah industri perkebunan kelapa sawit yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi di Kalimantan Timur.
Desakan tersebut mengemuka dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bankaltimtara yang digelar di Harum Resort, Kamis (05/03) kemarin. Rapat dipimpin Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud selaku pemegang saham pengendali dan dihadiri para bupati serta wali kota se-Kalimantan Timur.
Dalam RUPS tersebut, Ardiansyah mengusulkan agar Bankaltimtara lebih aktif membangun komunikasi dengan perusahaan-perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah Kaltim. “Sektor sawit memiliki potensi besar. Bankaltimtara perlu menjalin komunikasi lebih intens dengan perusahaan-perusahaan sawit. Ini peluang besar untuk memperkuat struktur ekonomi daerah,” pungkasnya.
(rh/mam)



