KUTAI KARTANEGARA

37 Guru Kukar Bersertifikat Google Trainer, Jadi Penggerak Transformasi Pembelajaran

TENGGARONG – Transformasi digital pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ditopang oleh keterlibatan komunitas guru lokal. Salah satunya Komunitas Belajar Buka Pintar Idaman (KBKPI), yang memiliki puluhan anggota dengan kompetensi dan sertifikasi di bidang teknologi pembelajaran.

Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Emy Rosana Saleh, menyampaikan hal tersebut saat melaporkan pelaksanaan Festival Lokal Berdampak Gemini Academy Award 2026 di Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang, Selasa (27/10/2026).

Emy menjelaskan, KBKPI berawal dari komunitas Buka Pintar yang diinisiasi pada 2019. Setelah tenaga pendidik jenjang SD bergabung dengan SMP, komunitas tersebut berkembang menjadi KBKPI dan dikukuhkan melalui Peraturan Bupati Kukar Nomor 47 Tahun 2022 serta Keputusan Bupati Kukar Nomor 513 Tahun 2022.

“Terdapat sekitar 45 orang yang tergabung di dalamnya, dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok pembelajaran dan asesmen serta kelompok pengelolaan digitalisasi pembelajaran terbuka,” kata Emy.

Menurutnya, sebanyak 37 anggota KBKPI telah mengantongi sertifikasi internasional Google Certified Trainer. Mereka turut mendukung pendampingan pembelajaran dan pemanfaatan teknologi bersama penanggung jawab sekolah rujukan Google.

“Pendampingan pembelajaran dan teknologi sepenuhnya dilakukan oleh teman-teman di KBKPI bersama PIC sekolah rujukan Google, tanpa menggunakan narasumber dari luar,” ujarnya.

Kontribusi KBKPI juga terlihat melalui pengembangan portal pembelajaran Kukarpintaridaman.com yang membantu sekolah selama pandemi Covid-19. Komunitas ini turut menerima penghargaan dan undangan berbagi praktik baik di sejumlah daerah, serta mendapat pengakuan atas inovasi pendidikan yang dikembangkan.

Dalam festival yang digelar Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan bersama Refo Indonesia tersebut, tenaga pendidik lokal juga dilibatkan sebagai fasilitator. Secara keseluruhan, kegiatan diikuti 200 peserta, terdiri atas 40 fasilitator dan 160 tenaga pendidik serta kependidikan.

Emy berharap pengalaman dan kemampuan guru yang tergabung dalam komunitas tersebut dapat terus dibagikan ke sekolah-sekolah. Dengan begitu, transformasi digital tidak hanya bergantung pada pelatihan sesaat, tetapi diperkuat melalui kolaborasi dan pendampingan antarguru.

(hl/ya) 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }