26.975 Guru dan Ustaz di Kaltim Dapat Insentif Rp 500 Ribu per Bulan
Longtime.id – Di saat ruang fiskal 2026 disebut “jauh dari harapan”, Pemprov Kaltim tetap menggulirkan insentif bagi guru dan ustaz/ustazah. Nilainya Rp 500 ribu per bulan selama enam bulan. Kebijakan ini diposisikan sebagai komitmen menjaga kesejahteraan pendidik, meski efektivitas dan dampaknya masih menjadi tanda tanya.
Sebanyak 26.975 guru dari jenjang TK, SD, MI, SMP, MTs hingga ustaz dan ustazah pondok pesantren menjadi sasaran. Di luar itu, 5.710 penjaga rumah ibadah juga kembali masuk daftar penerima. Skema pencairan dilakukan per triwulan, sehingga dana Rp 1,5 juta diterima dalam satu tahap.
“Meski pada 2026 anggaran APBD jauh dari harapan, kita tidak bisa diam dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, belum lama ini.
Program ini sejatinya telah berjalan sejak 2025 dan diklaim akan diperketat dari sisi verifikasi. Organisasi perangkat daerah diminta memastikan bantuan tidak salah sasaran, terutama agar tidak mengalir kepada guru yang sudah tidak aktif.
Dari sisi distribusi wilayah, Balikpapan mencatat jumlah penerima terbanyak dengan 5.734 orang. Disusul Kutai Kartanegara 5.255 orang, Samarinda 4.454 orang, dan Kutai Timur 2.928 orang. Sementara Mahakam Ulu menjadi daerah dengan penerima paling sedikit, yakni 419 orang.
Seorang penerima, Arbayah, Kepala MI Al-Muna Samarinda, mengaku terbantu atas tambahan penghasilan tersebut setelah dua dekade mengabdi sebagai guru. “Tapi semoga program ini tidak berhenti di tengah jalan,” katanya.
Di tengah tekanan fiskal, kebijakan insentif ini menjadi penanda arah prioritas pemerintah daerah, menjaga daya tahan kesejahteraan guru, dan mempertahankan kualitas pendidikan. (zak/red)



