20 Pelaku IKM Kubar Dibekali Strategi Produksi hingga Pemasaran Digital
SENDAWAR – Sebanyak 20 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kutai Barat mendapat pelatihan penguatan produksi, kemasan, dan pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong IKM naik kelas di tengah tantangan usaha yang semakin kompetitif.
Pelatihan Strategi IKM Naik Kelas melalui Penguatan Produksi, Kemasan dan Pemasaran digelar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kutai Barat di Meeting Room Lantai 2 Hotel Sidodadi, Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (11/6/2026).

Kepala Disdagkop UKM Kutai Barat Uji Rinjani mengatakan IKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing produk lokal.
Namun, menurutnya, pelaku IKM saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari peningkatan kualitas produksi, inovasi produk, desain kemasan, hingga kemampuan pemasaran, terutama di era digital yang terus berkembang.
Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan mampu membekali pelaku usaha dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.
Uji menjelaskan peserta tidak hanya diberikan pemahaman terkait proses produksi yang lebih efektif dan efisien, tetapi juga strategi memperkuat desain kemasan agar memiliki nilai jual lebih tinggi serta teknik pemasaran yang tepat, baik secara konvensional maupun digital.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap IKM di Kubar semakin kompetitif dan mampu memperluas pasar produknya,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan tersebut sebagai momentum untuk melakukan perubahan dan inovasi usaha agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang semakin dinamis.
“Jadikan kesempatan ini untuk terus belajar dan mengembangkan usaha. Inovasi adalah kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis,” tambahnya.
Uji turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap pelatihan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan IKM di Kutai Barat.
Sementara itu, Pembina Industri Merry Elvinasari Mulu berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperbaiki kualitas produk, dan memperluas jaringan pemasaran.
Pelatihan diikuti 20 pelaku IKM sektor pangan dan kerajinan yang berasal dari Kecamatan Linggang Bigung, Barong Tongkok, Melak, Tering, dan Nyuatan.
Produk yang dikembangkan peserta antara lain teh bawang dayak, minuman VCO berbahan minyak kelapa, sirup jahe lemon, gula semut, hingga kerajinan manik.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari PT APM Pengembangan SDM Balikpapan yang memberikan materi tentang strategi pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, kemasan, dan pemasaran.
(Adv/Diskominfo Kubar)



