Tingkatkan Kesadaran PKBR, DP3AKB Bontang Gelar Pemilihan Duta Genre

BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang terus berkomitmen meningkatkan kesadaran Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR).
Salah satu upayanya adalah dengan melakukan pemilihan duta Genre (Gerenasi berencana) yang bekerjasama dengan Forum Genre Kota Bontang.
Kepala bidang keluarga berencana, ketahanan dan kesejahteraan keluarga (Kabid KBK3), Siti Slamet Mulyati, mengatakan bahwa program remaja tersebut dikelola melalui pembinaan berjenjang dari tingkat pusat, provinsi, hingga ke daerah
“Program ini rutin kami selenggarakan setiap tahunnya,” katanya saat ditemui, Rabu (6/5/2026)
Dirinya menjelaskan, bahwa rangkaian pemilihan duta genre diawali dengan pendaftaran dan registrasi yang telah terlaksana pada 10 hingga 30 April 2026.
Program ini sendiri menyasar remaja usia 10 hingga 24 tahun dan belum menikah, dengan mayoritas peserta berasal dari kalangan pelajar SMP, SMA, serta mahasiswa dari perguruan tinggi yang telah memiliki Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R).
Setelah itu, calon peserta diwajibkan menyertakan berkas pendaftaran yang mencakup profil pribadi serta rencana program kerja, seperti rencana edukasi bagi teman sebaya di lingkungan sekitar.
“Selama waktu pendaftaran dibuka, terdapat 47 orang yang mendaftarkan dirinya dan hasil seleksi berkas telah ditentukan 33 peserta yang berhasil lolos,” ucapnya.
Dari 33 peserta dilakukan seleksi tahap selanjutnya yaitu tes tulis dan speak to lead dimana peserta ditantang untuk menjelaskan personal branding dan kata kunci yang berkaitan dengan remaja. Dari tahapan tersebut telah terpilih 6 pasang finalis yang terdiri dari 6 orang putra dan 6 orang putri.
Ia menuturkan, bahwa para finalis akan mengikuti masa karantina selama tiga hari, pada 11 hingga 13 Mei di Balai Penyuluh KB Kecamatan Bontang Utara.
“Selama masa karantina, peserta akan mendapatkan pembinaan mendalam, materi edukasi dari berbagai narasumber, serta pelatihan keterampilan seperti public speaking tentang kita dan implementasi nyata genre cegah stunting,” paparnya.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, puncak acara direncanakan akan berlangsung pada tanggal 19 Mei bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.
Siti memaparkan, bahwa tujuan utama duta Genre adalah menjadi agen perubahan dalam mensosialisasikan program PKBR dan membekali remaja agar memiliki perencanaan hidup yang lebih baik serta terhindar dari tiga risiko kesehatan reproduksi remaja (Triad KRR), yaitu, pernikahan dini, seks pra nikah dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang (Narkoba).
Ia menambahkan, penting bagi pasangan untuk memahami alasan di balik penetapan usia ideal pernikahan, yaitu 25 tahun bagi laki-laki dan minimal 21 tahun bagi perempuan.
“Hal ini berkaitan dengan beberapa faktor kesiapan, mulai dari kesehatan reproduksi, kesiapan mental dan finansial,” terangnya.
Baginya, duta genre memiliki peran penting dalam mensosialisasikan informasi ini kepada teman sebaya, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Mereka diharapkan dapat mengedukasi mengenai pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga dan pemahaman tentang program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana).
“Penyampaian informasi ini sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya untuk masa depan yang lebih baik,” kata Siti.
Dirinya berharap, para duta genre tidak hanya aktif dalam momen perlombaan saja, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan nyata di lapangan.
(hl/sr)



