Timnas Indonesia Bakal Coret 18 Pemain Jelang FIFA Series 2026, Ini Alasannya
LONGTIME.ID – Timnas Indonesia bersiap melakukan penyaringan besar jelang FIFA Series 2026 di Jakarta. Dari daftar awal yang sempat berisi 41 nama, skuad Garuda kini mengarah pada pemangkasan hingga 18 pemain karena aturan turnamen hanya memberi ruang untuk 23 pemain di daftar resmi.
Sorotan itu muncul di tengah persiapan tim asuhan John Herdman yang dijadwalkan berkumpul di Jakarta mulai 22 Maret 2026. Agenda pemusatan latihan itu menjadi fase penting sebelum Indonesia tampil di dua laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada akhir bulan ini.
Sebelumnya, Herdman memasukkan 41 pemain ke dalam daftar sementara atau provisional. Namun jumlah itu kini praktis tinggal 40 nama setelah penyerang muda Miliano Jonathans dipastikan absen akibat cedera anterior cruciate ligament (ACL).
Dengan komposisi terbaru itu, peluang terjadinya pencoretan besar makin terbuka. Jika hanya 23 pemain yang bisa didaftarkan ke turnamen, maka sekitar 18 nama dari daftar awal berpotensi tersisih sebelum skuad final diumumkan.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menjelaskan, pembatasan itu murni mengikuti regulasi turnamen. Karena itu, tidak semua pemain yang masuk daftar sementara akan berangkat atau ikut bergabung di Jakarta.
“Setelah Lebaran, mulai dari tanggal 22 sampai dengan nanti tanggal 24 para pemain akan datang semuanya,” kata Sumardji kepada wartawan.
Ia menegaskan, angka 23 pemain merupakan batas maksimal yang dapat didaftarkan setiap tim. Situasi itulah yang membuat tim pelatih harus melakukan seleksi lanjutan dari daftar sementara yang sudah diumumkan lebih dulu.
“Sesuai regulasi sebenarnya hanya 23 pemain yang bisa didaftarkan. Nanti kita lihat saja,” ujar Sumardji.
Sumardji juga mengisyaratkan bahwa para pemain yang tidak ikut dipanggil ke Jakarta bukan berarti sepenuhnya dicoret dari radar tim nasional. Mereka tetap diminta siaga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh tim pelatih.
Menurut dia, keputusan akhir tetap berada di tangan John Herdman. Pelatih asal Kanada itu nantinya akan menyampaikan langsung kepada BTN soal siapa saja pemain yang benar-benar masuk ke dalam daftar final untuk FIFA Series 2026.
“Dia akan menyampaikan ke BTN terkait 23 pemain itu. Satu pemain sudah cedera, yaitu Miliano Jonathans. Jadi nanti siapa saja selanjutnya akan segera diumumkan,” ujar Sumardji.
Di sisi lain, persiapan Timnas Indonesia juga sempat diwarnai penyesuaian rute perjalanan pemain abroad. Kondisi Timur Tengah yang memanas membuat jalur transit yang biasa digunakan pemain dari Eropa tidak bisa dipakai seperti sebelumnya.
Biasanya para pemain abroad transit di Dubai, Uni Emirat Arab, atau Doha, Qatar, sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Namun untuk pemanggilan kali ini, seluruh jalur kedatangan dialihkan lewat Singapura.
“Kaitannya soal keberangkatan anak-anak ini dari Eropa pada saat sekarang ini memang bersamaan dengan situasi Timur Tengah yang memanas. Opsinya adalah transit di Singapura dan semuanya saat sekarang ini berkaitan dengan soal kedatangan, termasuk tiketnya, sudah oke semua,” tutur Sumardji.
Ia memastikan seluruh kebutuhan perjalanan pemain sudah disiapkan dan kedatangan mereka tetap sesuai jadwal. Dengan skema itu, para pemain yang terpilih disebut tetap bisa bergabung tanpa gangguan berarti dalam masa persiapan tim.
“Dan, anak-anak semuanya sudah bisa nanti berangkat sesuai dengan jadwal yang ada, dan semuanya itu melalui Singapura,” ucapnya.
Dalam FIFA Series 2026, Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada pertandingan pertama, 27 Maret 2026. Sementara partai lainnya mempertemukan Bulgaria dengan Kepulauan Solomon pada hari yang sama.
Pemenang dari dua pertandingan tersebut akan kembali bertemu pada laga final yang digelar 30 Maret 2026 di stadion yang sama. Turnamen mini ini diikuti empat negara dari konfederasi berbeda dan menjadi panggung awal bagi Herdman untuk membaca kedalaman skuadnya.
Ajang itu juga dinilai penting untuk menguji komposisi terbaik timnas garuda sebelum menghadapi agenda internasional berikutnya. Dengan perpaduan pemain lokal dan pemain yang berkarier di luar negeri, Garuda diharapkan bisa tampil kompetitif di hadapan publik sendiri.



