KUTAI TIMUR

Nelayan Terdesak Zona Steril Pelabuhan KPC

KUTAI TIMUR – Persoalan batas wilayah operasional pelabuhan PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali menjadi sorotan. Nelayan tradisional di Kutai Timur mengeluhkan larangan aktivitas memancing di kawasan perairan yang kini ditetapkan sebagai area terbatas, sementara perusahaan menegaskan kewajiban menjaga standar keamanan internasional.

Isu ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Kutim Mahyunadi di Ruang Kapur Kantor Bupati, Senin (03/03). Pertemuan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta perwakilan perusahaan guna merumuskan solusi atas potensi konflik yang kian mengemuka.

Mahyunadi menyebut pemerintah berada di posisi penyeimbang. Di satu sisi, nelayan menggantungkan hidup pada wilayah tangkap yang kini terasa semakin terbatas. Di sisi lain, area pelabuhan memiliki aturan ketat terkait keselamatan pelayaran dan keamanan objek vital nasional.

“Ini bukan sekadar soal boleh atau tidak boleh memancing. Ada aspek keselamatan jiwa dan regulasi yang harus dipatuhi. Namun, mata pencaharian masyarakat juga tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

PT KPC menjelaskan, sejak 2023 kawasan perairan seluas 243 hektare tersebut telah ditetapkan sebagai Area Perairan untuk Kepentingan Sendiri (APNL). Wilayah ini meliputi jetty, pelabuhan, hingga alur pelayaran sepanjang 9,5 kilometer dari garis darat.

Perwakilan perusahaan, Tri menegaskan jalur tersebut merupakan lintasan kapal besar dan tongkang dengan risiko tinggi terhadap perahu nelayan berukuran kecil. Aktivitas memancing di sekitar area sandar dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan laut, terutama pada malam hari.

Selain itu, pelabuhan KPC telah tersertifikasi International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code. Standar ini mewajibkan pengelola menjaga sterilitas area terbatas dari aktivitas yang tidak berkepentingan langsung dengan operasional pelabuhan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Sangatta, Herman mengungkapkan persoalan semakin rumit karena adanya pembagian kewenangan antara pemerintah kabupaten dan provinsi berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Pengelolaan nelayan pesisir menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sementara pemerintah kabupaten memiliki ruang terbatas dalam intervensi langsung. Kondisi ini kerap memicu kebingungan di lapangan, terutama terkait sosialisasi batas wilayah operasional pelabuhan.

Minimnya pemahaman mengenai titik koordinat zona terbatas disebut sebagai salah satu faktor nelayan masih memasuki area berisiko.

Sebagai langkah awal meredam ketegangan, pemerintah mengusulkan pembangunan kawasan “Kolam Labu” sebagai lokasi parkir dan penampungan perahu nelayan, khususnya saat air surut. Area ini dirancang agar nelayan tetap memiliki titik sandar aman tanpa bersinggungan dengan jalur manuver kapal besar.

Selain itu, Polairud akan menggelar pertemuan khusus dengan kelompok nelayan untuk memaparkan batas wilayah secara teknis, termasuk koordinat “seat to seat”, zona parkir tongkang yang diperbolehkan, serta area yang sepenuhnya steril.

PT KPC juga diminta menyediakan data detail batas operasional untuk kepentingan edukasi dan transparansi kepada masyarakat.

Pemerintah daerah menekankan bahwa pengaturan ini bertujuan menjaga keselamatan pelayaran sekaligus menghindari potensi korban jiwa. Namun, keberhasilan solusi sangat bergantung pada komunikasi yang terbuka dan konsisten antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat nelayan.

Bagi nelayan, laut adalah sumber penghidupan. Bagi pelabuhan, perairan adalah jalur logistik strategis yang diikat regulasi internasional. Di antara dua kepentingan itu, pemerintah kini diuji untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan berjalan beriringan. (rh/sr)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }
news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sabung ayam online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

118000526

118000527

118000528

118000529

118000530

118000531

118000532

118000533

118000534

118000535

118000536

118000537

118000538

118000539

118000540

118000541

118000542

118000543

118000544

118000545

118000546

118000547

118000548

118000549

118000550

118000551

118000552

118000553

118000554

118000555

118000556

118000557

118000558

118000559

118000560

118000561

118000562

118000563

118000564

118000565

118000566

118000567

118000568

118000569

118000570

118000571

118000572

118000573

118000574

118000575

118000576

118000577

118000578

118000579

118000580

118000581

118000582

118000583

118000584

118000585

128000591

128000592

128000593

128000594

128000595

128000596

128000597

128000598

128000599

128000600

128000601

128000602

128000603

128000604

128000605

128000606

128000607

128000608

128000609

128000610

128000611

128000612

128000613

128000614

128000615

128000616

128000617

128000618

128000619

128000620

128000621

128000622

128000623

128000624

128000625

128000626

128000627

128000628

128000629

128000630

128000631

128000632

128000633

128000634

128000635

128000636

128000637

128000638

128000639

128000640

128000641

128000642

128000643

128000644

128000645

128000646

128000647

128000648

128000649

128000650

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

208000264

208000265

208000266

208000267

208000268

208000269

208000270

208000271

208000272

208000273

208000274

208000275

208000276

208000277

208000278

208000279

208000280

208000281

208000282

208000283

208000284

208000285

208000286

208000287

208000288

208000289

208000290

208000291

208000292

208000293

208000294

208000295

208000296

208000297

208000298

208000299

208000300

208000301

208000302

208000303

208000304

208000305

208000306

208000307

208000308

208000309

208000310

208000311

208000312

208000313

208000314

208000315

208000316

208000317

208000318

208000319

208000320

208000321

208000322

208000323

208000324

208000325

news-1701
news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sabung ayam online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

118000526

118000527

118000528

118000529

118000530

118000531

118000532

118000533

118000534

118000535

118000536

118000537

118000538

118000539

118000540

118000541

118000542

118000543

118000544

118000545

118000546

118000547

118000548

118000549

118000550

118000551

118000552

118000553

118000554

118000555

118000556

118000557

118000558

118000559

118000560

118000561

118000562

118000563

118000564

118000565

118000566

118000567

118000568

118000569

118000570

118000571

118000572

118000573

118000574

118000575

118000576

118000577

118000578

118000579

118000580

118000581

118000582

118000583

118000584

118000585

128000591

128000592

128000593

128000594

128000595

128000596

128000597

128000598

128000599

128000600

128000601

128000602

128000603

128000604

128000605

128000606

128000607

128000608

128000609

128000610

128000611

128000612

128000613

128000614

128000615

128000616

128000617

128000618

128000619

128000620

128000621

128000622

128000623

128000624

128000625

128000626

128000627

128000628

128000629

128000630

128000631

128000632

128000633

128000634

128000635

128000636

128000637

128000638

128000639

128000640

128000641

128000642

128000643

128000644

128000645

128000646

128000647

128000648

128000649

128000650

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

208000264

208000265

208000266

208000267

208000268

208000269

208000270

208000271

208000272

208000273

208000274

208000275

208000276

208000277

208000278

208000279

208000280

208000281

208000282

208000283

208000284

208000285

208000286

208000287

208000288

208000289

208000290

208000291

208000292

208000293

208000294

208000295

208000296

208000297

208000298

208000299

208000300

208000301

208000302

208000303

208000304

208000305

208000306

208000307

208000308

208000309

208000310

208000311

208000312

208000313

208000314

208000315

208000316

208000317

208000318

208000319

208000320

208000321

208000322

208000323

208000324

208000325

news-1701