Longtime.id – Implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang masih berlangsung secara bertahap dan belum mencakup seluruh sekolah. Kesiapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi faktor utama yang menentukan luasnya jangkauan distribusi.
Hingga saat ini, sebanyak 18 dapur SPPG telah mengantongi Surat Keputusan (SK) dan dinyatakan lolos verifikasi. Dari jumlah tersebut, 16 dapur sudah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan dan penyelesaian infrastruktur. Kondisi ini membuat penyaluran MBG belum bisa dilakukan secara menyeluruh.
Kepala Regional SPPG Bontang, Surya Dwi Saputra menjelaskan seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, pada prinsipnya akan menerima program tersebut. Namun, pelaksanaan dilakukan menyesuaikan kesiapan fasilitas pendukung.
“Distribusi memang dilakukan bertahap. Beberapa bangunan SPPG masih dalam proses persiapan dan pengerjaan infrastruktur,” ujarnya belum lama ini.
Di lapangan, sejumlah sekolah sudah mulai menerima manfaat program. Di wilayah Bontang Barat, MBG berjalan di SMK Galilie dan SMK Nusantara Yabis. Bontang Utara mencakup SD Muhammadiyah, SMP Bintang, Betlehem, Regumasi, dan Hidayatullah. Sementara di Bontang Selatan, program telah diterapkan di Darul Furqon, YKPP, dan DDI.
Pihak SPPG memastikan tidak ada penolakan dari sekolah terhadap program ini. Ke depan, distribusi ditargetkan semakin meluas seiring rampungnya dapur yang masih dalam tahap pembangunan, sehingga pemerataan layanan gizi bagi siswa dapat segera terealisasi di seluruh wilayah Kota Bontang. (hl/red)



