Listrik 24 Jam Tembus Pelosok Batu Ampar, Empat Desa Akhiri Penantian Puluhan Tahun
KUTAI TIMUR – Keterbatasan pasokan listrik yang selama puluhan tahun dirasakan warga empat desa di Kecamatan Batu Ampar kini mulai teratasi. Desa Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari resmi menikmati aliran listrik selama 24 jam setelah diresmikan pada Senin (5/10/2026).
Perluasan layanan listrik melalui kerja sama Pemkab Kutai Timur (Kutim) dan PT PLN (Persero) ini diharapkan mengubah aktivitas warga, dari urusan rumah tangga hingga kegiatan ekonomi yang selama ini terkendala keterbatasan energi.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut, hadirnya listrik sepanjang hari dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta mendukung kegiatan belajar anak-anak.

Menurutnya, pemerataan akses listrik juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim mencapai target elektrifikasi 100 persen melalui program unggulan daerah.
Di balik peresmian tersebut, pekerjaan pemasangan sambungan ke rumah warga masih berlangsung. Camat Batu Ampar Akhmadsyah merinci, Mawai Indah telah mencatat 222 sambungan rumah tangga dan Mugi Rahayu sebanyak 125 sambungan.
Sementara itu, Beno Harapan baru merealisasikan 214 dari target 320 sambungan. Di Himba Lestari, pemasangan mencapai 119 dari target 186 sambungan. Pemerintah dan pihak terkait masih mempercepat penyelesaian sambungan yang tersisa.
Ardiansyah turut mengingatkan warga agar menggunakan listrik secara aman dan tidak melakukan penyambungan kabel secara ilegal. Selain berpotensi memicu kebakaran, tindakan tersebut dapat mengganggu keandalan jaringan.
Perluasan listrik 24 jam ini menjadi langkah penting bagi masyarakat Batu Ampar. Tantangan berikutnya ialah memastikan seluruh rumah tangga sasaran memperoleh sambungan sehingga manfaat listrik tidak berhenti pada peresmian, tetapi benar-benar dirasakan secara merata.
(sr/ya)



