KUTAI TIMUR

Kutim Perkuat Regenerasi Kesenian Tradisional

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong penguatan kesenian tradisional sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya pengaruh budaya global.

Hal itu mengemuka dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional di Hotel Zenova Royale, Sangatta, Kamis (10/9/2026) lalu. Kegiatan tersebut diikuti 18 pengurus lembaga kesenian tradisional dan perwakilan sekolah di Kecamatan Sangatta Utara.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan generasi muda perlu memiliki pemahaman terhadap budaya daerah agar tidak kehilangan identitas di tengah perubahan zaman.

“Jangan sampai budaya hanya kita tampilkan di panggung. Yang paling penting adalah nilai di dalamnya,” kata Mahyunadi.

Menurutnya, kesenian tradisional mengandung nilai tanggung jawab, gotong royong, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama yang dapat mendukung pembentukan karakter. Karena itu, pelestarian budaya perlu melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan lembaga kesenian.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Kaltim Lestari menambahkan, pelestarian budaya juga membutuhkan tata kelola lembaga yang kuat. Lembaga kesenian harus memiliki program yang jelas dan mampu membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Provinsi Kaltim Hamdani menekankan pentingnya regenerasi. Generasi muda, kata dia, harus diberi ruang untuk mengenal sekaligus mempraktikkan kesenian tradisional.

“Kalau anak muda tidak diberi ruang, kesenian tradisional bisa berhenti pada generasi kita,” ujarnya.

Sekolah dinilai menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkenalkan budaya lokal secara langsung. Kolaborasi sekolah dan lembaga kesenian diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter.

Dengan penguatan tata kelola dan regenerasi, kesenian tradisional di Kutim diharapkan tetap hidup dan mampu diteruskan oleh generasi berikutnya.

(sr/ya)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }